Respons Dinas Kesehatan Majalengka Soal 83 Warganya Terkena DBD

Ada sekitar 83 warga Kabupaten Majalengka terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Respons Dinas Kesehatan Majalengka Soal 83 Warganya Terkena DBD
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Abd Rachman Rosidi,┬áKamis (12/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Ada sekitar 83 warga Kabupaten Majalengka terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Jumlah itu terjadi selama dua bulan pertama 2020. Rinciannya, pada Januari sebanyak 30 orang terkena DBD.

Pada Februari, jumlah orang yang terkena demam berdarah di Majalengka meningkat hampir dua kali lipat daripada bulan sebelumnya, yakni 53 orang.

Menyikapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka melakukan beberapa antisipasi dan pencegahan.

"Dinas Kesehatan sudah lakukan antisipasi yaitu sudah membuat edaran dan kesiapsiagaan dari seluruh 32 puskesmas dan 2 rumah sakit untuk melakukan antisipasi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Alimuddin, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Abd Rachman Rosidi, Kamis (12/3/2020).

Dalam 2 Bulan Sudah 83 Orang Terkena DBD di Majalengka, 1 di Antaranya Meninggal

Tertutup Isu Virus Corona, DBD Sudah Renggut 15 Jiwa di Jawa Barat Selama Awal 2020

Selain itu, ucap Abd Rachman Rosidi, pihaknya juga melakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat untuk mencegah dini dalam hal menjaga kebersihan lingkungan.

Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus.

Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk.

"Harapan kami kepada masyarakat agar melakukan 3M, yakni menguras, menutup dan mendaur ulang barang-barang atau lokasi yang berpotensi mengundang sarang nyamuk," ucapnya.

Seorang warga yang terkena DBD yang kini dirawat di RS Cideres, Hendri (38) mengaku terkena DBD pada Sabtu lalu.

Ia mengalami gejala lemas disertai pegal-pegal juga demam tinggi.

"Dari hari sabtu, ya awalnya sih lemas, terus pegal-pegal. Demam naik turun," kata pria yang berasal dari Desa Bongas Wetan saat ditemui di ruang rawatnya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved