Jumat, 10 April 2026

Tanah Bergerak di Sumedang Membuat Retakan di Dinding dan Pintu Hampir Roboh

Garis-garis retakan terlihat jelas di dinding rumah Waryati (32), warga Kampung Cipondoh, Dusun Sukamulya

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Seli Andina Miranti
Tanah Bergerak di Sumedang Membuat Retakan di Dinding dan Pintu Hampir Roboh 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Garis-garis retakan terlihat jelas di dinding rumah Waryati (32), warga Kampung Cipondoh, Dusun Sukamulya, Desa Pawenang, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Selasa (10/3/2020).

Retakan di tembok rumahnya tak hanya retak 'sehelai rambut' atau retakan tipis, melainkan retakan-retakan yang cukup lebar hingga menimbulkan celah lubang.

Retakan tersebut terlihat dari dinding dekat plafon dan memanjang hingga dekat jendela, panjangnya pun bervariasi.

"Besar-besar retakannya itu, bukan retakan kecil di tembok," ujar Waryati.

Dirinya mengatakan, retakan-retakan tersebut membuat banyak gantungan atau benda yang digantung di dinding rumah hampir jatuh.

Meski Dibayangi Virus Corona, Kenny Targetkan 40 Ribu Pengunjung di Asia Afrika Festival 2020

Bahkan, ada retakan yang lebar celahnya mencapai lebih dari lima sentimeter dan membuat pintunya hampir roboh.

Waryati mengatakan, selama musim hujan, retakan-retakan di tembok rumahnya mulai bermunculan.

Semakin lama, retakan di tembok rumahnya semakin banyak dan besar, membuatnya khawatir.

Waryati sendiri merupakan satu dari 31 warga yang terdampak tanah bergerak. Tanah bergerak tersebut menyebabkan tembok rumah retak-retak.

Sedikitnya sembilan bangunan di Kampung Cipondoh, Dusun Sukamulya, Desa Pawenang, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, terancam ambruk.

Bangunan-bangunan yang terancam ambruk tersebut merupakan rumah warga yang letaknya di tempat relokasi orang terkena dampak (OTD) Bendungan Jatigede.

Formasi Maut Persib Bandung di Awal Musim, 2 Lawan Bertekuk Lutut, Punya Menara Kembar di Lini Depan

Sembilan rumah warga tersebut terancam ambruk akibat adanya pergeseran tanah di lokaso tersebut.

Saat ini 31 jiwa dari sembilan kepala keluarga yang terdampak pergerakan tanah tersebut diimbau mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved