Ridwan Kamil Resmikan Command Center di Gedung Sate, Biayanya Rp 5,2 Miliar dari APBD
Command Center di Gedung Sate memang sudah dimanfaatkan sebagai Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Command Center di Gedung Sate memang sudah dimanfaatkan sebagai Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar). Namun akhirnya, Command Center ini baru diresmikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Selasa (10/3/2020).
Peresmian tersebut diwarnai dengan teleconference Ridwan Kamil dengan pemerintah 27 kabupaten dan kota di Jabar terkait dengan penanganan dan pengendalian Covid-19 di masing-masing daerah.
Ridwan Kamil yang didampingi Kadiskominfo Jabar Setiaji dan Kadis Kesehatan Berli Hamdani ini memulai peresmian dengan menguji coba kecanggihan pusat kendali tersebut.
“Ok, Google buka Command Center Jawa Barat,” katanya memberi perintah pada operator digital.
Kemudian berbagai fitur terkait data pembangunan, hingga penggunaan anggaran dan data pemasukan pajak kendaraan, muncul secara real time di layar. Setelahnya teleconference pun digelar yang diawali penyampaian informasi oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu, disusul Kabupaten Cirebon.
• Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Disdik Ciamis Kumpulkan Ratusan Kepala Sekolah & Guru Pengawas
Pemkab Indramayu sendiri melaporkan saat ini memiliki 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masuk RSUD Indramayu sejak Jumat pekan lalu. Indramayu juga memastikan sudah memiliki hotline untuk lalu lintas informasi terkait Covid-19 dengan warga.
Ridwan Kamil sendiri saat memimpin teleconference banyak diselingi candaan. Saat giliran Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Ridwan Kamil bertanya apakah kursi yang diduduki Jeje di command centernya nyaman.
“Pak Jeje keliatannya enak itu kursi, raos keneh?” katanya saat melihat Jeje santai bersandar di kursi ruangan Command Center Pangandaran yang juga baru beroperasi.
Saat Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna akan memulai teleconference namun suaranya tidak muncul, Ridwan Kamil berseloroh formasi Ajay dan jajarannya seperti hendak bermain Tiktok.
“Pak Wali kok kaya mau main Tiktok,” ujarnya diiringi gelak tawa peserta teleconference tersebut.
• Nelayan Pelabuhanratu Sukabumi Tangkap Ikan Pakai Botol Air Mineral Bekas, Sehari Dapat 5 Kg Ikan
Saat dirinya mengaku tidak bisa mengabsen satu persatu daerah lewat teleconference pihaknya menginstruksikan semua daerah untuk melambaikan tangan yang membuat suasana terlihat meriah.
Ridwan Kamil sendiri dalam teleconference memberi arahan agar kabupaten kota menyiapkan call center terkait Covid19. Menurutnya daerah bisa memberi nama call center sama dengan Pikobar atau nama lain.
Ia juga menyarankan agar daerah memproduksi data grafis terkait sosialisasi pencegahan Covid19. Bahan yang ada menurutnya bisa diambil dari data yang disiapkan pihak Pemprov Jabar.
“Tiap hari update data proses harian agar masyarakat mengetahui. Khusus Kota Depok, mohon lebih pro aktif karena Depok menjadi perhatian nasional,” katanya.
Command Center Jabar dibangun oleh Diskominfo Jabar dengan dana Rp 5,2 miliar bersumber dari APBD. Sementara pada 2020 ini, Kominfo Jabar mengalokasikan Rp 45 miliar untuk Command Center di 9 daerah.
Dalam kesempatan tersebut Emil mengatakan terkait covid-19, warga yang masuk pemantauan 633 orang, yaitu orang yang tidak masuk RS tapi punya riwayat yang diwaspadai karena perjalanan atau situasinya yang terkait pasien corona. Sementara yang dalam pengawasan sudah masuk RS, menjalani observasi, sudah ada 53 orang.
• Akses Informasi PMI Asal Indramayu Tertutup, SBMI Sebut Belum Ada yang Terpapar Virus Corona
"Tentunya dari sisi positif, nasional umumkan tiap hari perkembangan. Saya laporkan semua sudah punya pusat koordinasi dan komunikasi dan informasi di level kabupaten kota, nomor hotline sudah disampaikan, supaya bahasanya sama. Jadi tidak ada perbedaan suara antara provinsi dan kota kabupaten. Termasuk memonitor media, untuk sisi pemberitaan," kata dia.
Terkait dengan 13 kasus positif Corona yang diumumkan pusat, Ridwan Kamil mengaku tidak mendapat informasinya, karena itu domain di pemerintah pusat.
"Yang kita pahami hanya yang pas Jokowi saja. Sisanya data tidak tersampaikan ke daerah," kata dia.