Ajengan Didi Tertimbun Longsor di Tasikmalaya & Pencariannya Dihentikan, Omah Menahan Tangis

Setelah usaha selama tujuh hari tak membawa hasil dan sesuai aturan, pencarian jasad Ajengan Didi pun dihentikan.

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Omah Sopiah, Minggu (8/3/2020). Ia merasa sangat kehilangan Ajengan Didi (63) yang tertimbun longsor di Kampung Palasari, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (28/2/2020) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Keluarga merasa kehilangan akibat meninggalnya Ajengan Didi (63) yang tertimbun longsor di Kampung Palasari, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (28/2) pagi.

Walau tim SAR gabungan sudah berupaya mencari jasad korban selama tujuh hari, jasad Ajengan Didi tak ditemukan.

Pencarian jasad Ajengan Didi itu terkendala tebalnya material longsoran hingga lima meter dan titik pasti keberadaan korban tak diketahui.

Setelah usaha selama tujuh hari tak membawa hasil dan sesuai aturan, pencarian jasad Ajengan Didi pun dihentikan.

Salah satu sosok yang merasa paling kehilangan adalah nenek Omah Sopiah (95), uwak korban.

Pasalnya, rumah nenek Omah setiap hari dijadikan tempat mengaji anak-anak yang diajari Didi. Kini rumah Omah jadi sepi.

Abaikan Imbauan Petugas, 5 Wisatawan asal Jakarta Terseret Ombak di Pantai Sunset Sukabumi

Tim SAR Hentikan Pencarian Jasad Ajengan Didi yang Tertimbun Longsor di Cisayong Tasikmalaya

"Unggal dinten Didi ngajarkeun ngaji ka barudak di dieu. Mani kaleungitan pisan(Setiap hari, Didi mengajar mengaji kepada anak-anak di rumah nenek. Nenek merasa sangat kehilangan)," kata Omah menahan tangis, Minggu (8/3/2020).

Nenek Omah yang tampak masih bugar pada usianya yang sudah lanjut ini, mengaku masih terngiang dengan suara almarhum yang khas saat mengajari anak-anak mengaji. Didi pun tidak pernah keras mengajari anak-anak.

"Sekarang rumah nenek menjadi sepi. Nenek sedih tapi ikhlas karena sudah takdir Allah. Nenek juga jadi kesepian," ujar Omah dalam Bahasa Sunda, dan tampak tak kuasa menahan air matanya.

Didi tertimbun longsor saat memeriksa air menuju sawah garapannya. Seusai solat subuh, ia pamit kepada keluarga.

Bencana longsor pun menerjang di lokasi Didi mengontrol air, sekitar pukul 05.30.

Keluarga terkejut dan khawatir Didi ikut tertimbun. Mereka sempat berharap Didi selamat dan pulang ke rumah.

Hingga menjelang Jumatan, Ajengan Didi tak pulang juga. Pihak keluarga akhirnya menyimpulkan korban tertimbun.

Sejak itu pun upaya pencarian dilakukan tim SAR gabungan. Namun hingga hari ketujuh belum juga ditemukan, tim akhirnya menghentikan pencarian sesuai aturan. Namun kegiatan pemulihan lokasi longsor terus berlanjut.

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved