Tamiya Tak Ada Matinya, Modifikasi Mobil-mobilan Ini Pun Seru dan Menghasilkan Uang

Tamiya adalah permainan mobil-mobilan yang berasal dari Jepang. Sempat populer pada 1980-1990-an

Penulis: Januar Pribadi Hamel | Editor: Ichsan
tribunjabar/januar pribadi hamel
Balapan Tamiya di sirkuit Padepokan Jendral, Pasar Nostalgia, Batununggal, Kota Bandung, Selasa, (3/3/2020). 

Billy mengaku untuk mendapatkan Tamiya yang bagus memang butuh modal besar. Namun, katanya, berapa pun biaya yang dikeluarkan takkan terasa kalau Tamiya yang dimodifikasi seusai harapan.

"Lagi pula kalau rajin ikut balapan pengeluaran tersebut bisa tergantikan kalau jadi juara," kata Billy.

Oded (35) pun mengaku habis jutaan untuk menyediakan part dan aksesori seperti charger baterai milikya,

Oded yang mengaku bermain Tamiya sejak 1995 memiliki spesialis baterai dan membuat rintangan di trek. Sekarang, hobinya itu menjadi mata pencaharian dengan menawarkan jasa memodifikasi baterai dan membuat rintangan untuk trek.

Agung (36), pehobi Tamiya lainnya, mengaku mengenal Tamiya sejak kecil. Namun, katanya, mulai serius menggelutinya pada 2013. Agung memiliki keahlian sebagai perakit mobil dan racer.

Oded dan Agung mengaku sering mengikuti kejuaraan, termasuk kejuaraan nasional. Mereka juga mengaku pernah menjadi juara, namun saking seringnya, lupa tahunnya. (januar ph)

Akui Stok Masker dan Hand Sanitizer Menipis, Kapolresta Cirebon: Belum Ada Temuan Penimbunan

Herman Berpenghasilan karena Ahli Modifikasi Ban

Bagi  Herman bermain Tamiya bukan sekadar hobi, tapi juga sebagai mata pencaharian. Dia membuka toko dan trek Tamiya di Pasar Nostalgia, Batununggal, Kota Bandung.

Dia berbagi hasil dengan pemiliknya jika ada keuntungan. Selain itu, dia membuka jasa modifikasi Tamiya. Spesialis Herman adalah memodivikasi ban.

"Kalau ban mah kontinyu pasti ada pembeli karena nggak hanya Bandung saja tapi sampai Jakarta, Yogyakarta, Medan, Samarinda, Manado, dan Makassar," kata Herman (32) di gerainya, Pasar Nostalgia, Batununggal, Kota Bandung, Selasa (3/3/2020).

Bahkan, kata Herman, untuk kota Bandung, pehobi Tamiya jika memerlukan ban datang kepadanya. Dia menyebut hampir 90 persen penggemar Tamiya jika ingin memodifikasi bannya datang kepadanya.

Orderan ke Herman tak hanya datang dari Indonesia, tapi dari pehobi Tamiya asal Malaysia. Orang Malaysia tahu dia dari pemain Tamiya Indonesia yang datang ke Malaysia,

"Di Malaysia atau Singapura sampai sekarang belum ada yang bisa memodifikasi ban sebagus di sini," kata Herman.

Untuk memodifikasi ban, kata Herman, membutuhkan keuletan dan kejelian saat melakukannya. Menurut Herman, ban tamiya seperti halnya ban mobil harus di-balancing agar tidak goyang saat berjalan di trek.

"Saat proses balancing, asnya harus dilurusin, peleknya juga dilurus-lurus," kata Herman.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved