3 dari 9 WNI Kru Kapal Diamond Princess Sembuh, Satu Sudah Pulang Duluan, 2 Lainnya Pulang Besok

Sebanyak 9 WNI kru kapal pesiar Jepang Diamond Princess dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

EPA-EFE/FRANCK ROBICHON
Kapal Pesiar Diamond Princess 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sebanyak 9 WNI kru kapal pesiar Jepang Diamond Princess dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Kabar terbaru menyebut bahwa tiga di antaranya kini dinyatakan telah sembuh.

Satu orang telah lebih dulu pulang ke Indonesia. Sedangkan dua lainnya akan meninggalkan Jepang pada Sabtu (7/3/2020).

"9 ABK Diamond Princess yang berada di Jepang dan pada saat itu confirm positif dan dirawat di RS Jepang kemarin satu orang sudah pulang ke Indonesia. Karena sudah dinyatakan sembuh oleh rumah sakit di Jepang," ujar Yuri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

2 WNI ABK Diamond Princess Sudah Sembuh dari Penyakit Virus Corona 2019

"Hari ini sudah dikeluarkan lagi 2 dari RS Jepang. Dan sudah dinyatakan sembuh. Kami sudah berkoordinasi dengan KBRI. Rencananya besok akan dijdwalkan untuk melaksanakan penerbangan kembali ke Indonesia," ujar dia.

Ia mengatakan, pemerintah terus berkoordinasi dengan KBRI Tokyo untuk memulangkan dua WNI tersebut.

Rencananya, setelah semua tiba di Indonesia, mereka akan diobservasi kembali di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat selama 14 hari.

"Kami sudah berkoordinasi dengan KBRI, Rencananya besok akan dijdwalkan untuk melaksanakan penerbangan kembali ke Indonesia. Mereka dua kali negatif dari hasil pemeriksaan ini," lanjut dia.

Adapun pemerintah sebelumnya telah mengevakuasi dan memeriksa 69 spesimen (sampel) dari 69 WNI yang merupakan anak buah kapal (ABK) Diamond Princess.

Dari 69 sampel itu, 67 di antaranya negatif corona.

Antisipasi Penyebaran Corona, PT KAI Daop 3 Cirebon Sediakan Hand Sanitizer di Sejumlah Stasiun

"Jadi untuk 69 ABK Diamond Princess ini kita sudah selesaikan memeriksa 67 spesimen, hasilnya negatif," ujar Yuri di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).

Sementara itu, dua spesimen lainnya harus diulang pemeriksaannya. Hasil pengujian kedua spesimen itu belum diketahui.

"Ada dua yang harus kita ulang lagi hasilnya dengan metode yang beda supaya betul-betul akurat," ucap Yuri.

Menurut dia, pemerintah tidak ingin meralat soal data infeksi corona di kemudian hari sehingga pemeriksaan dilakukan dengan teliti.

"Kita tidak punya kesempatan lagi untuk meralat kasus yang positif dibilang negatif itu enggak ada. Tidak boleh ralat-ralatan oleh karena itu harus betul betul teliti," ucap Yuri. (Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)

Antisipasi Virus Corona, Satlantas Polres Cirebon Kota Bagikan Masker ke Pengguna Jalan

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved