WNI Positif Terkena Virus Corona
Cegah Virus Corona, Dinkes Kota Tasikmalaya Pasang Pendeteksi Suhu Tubuh di Stasiun KA dan Bandara
Antisipasi virus corona Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya memasang alat pendeteksi suhu tubuh di Stasiun KA dan Bandara Wiriadinata
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Mengantisipasi serangan penyakit yang disebabkan virus corona, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya memasang alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) di Stasiun KA dan Bandara Wiriadinata, Kota Tasikmalaya.
Alat tersebut dipasang di area kedatangan penumpang, baik di stasiun KA maupun bandara.
Setiap penumpang yang turun akan menjalani tes dengan thermal scanner sehingga akan terdeteksi suhu tubuhnya.
• Plt Bupati Indramayu Tegaskan Indramayu Siap Lawan Virus Corona, Pencegahan & Penanganan Sudah 100%
• Kota Tasikmalaya Siapkan 20 Rumah Sakit untuk Merawat Pasien yang Diduga Terkena Virus Corona
"Alat tersebut dioperasikan oleh seorang petugas khusus. Setiap penumpang yang turun langsung dideteksi suhu tubuhnya, melalui area sekitar mata" kata Kepala Dinkes, Uus Supangat, di kantor Dinkes, Jumat (6/3/2020).
Jika ada penumpang yang terdeteksi memiliki suhu di atas 38 derajat celsius maka akan dibawa ke tempat khusus untuk didiagnosa lebih jauh.
Uus mengungkapkan, salah satu pertimbangan dipasangnya thermal scanner di stasiun KA dan bandara karena banyaknya orang asing yang naik kedua moda angkutan itu.
"Kami tidak apriori terhadap orang asing. Tapi ini konteksnya antisipasi masuknya virus corona dari luar ke wilayah kita. Tetapi yang dideteksi tidak hanya orang asing tapi juga semua penumpang," ujar Uus.
• HEBOH DI WAG, Diduga Pencuri Mobil Honda Mobilio Ditangkap Polisi saat Razia di Kota Tasikmalaya
• KABAR DUKA: Mila Karmila Aktris Sohor dan Senior Meninggal Dunia
Disebutkannya, berdasarkan informasi dari instansi terkait jumlah orang asing yang masuk wilayah Kota Tasikmalaya cukup banyak. Terutama pada akhir pekan.
"Mereka datang ke Tasikmalaya tidak menggunakan kendaran pribadi tapi naik kereta api atau pesawat terbang. Mereka tidak mau terjebak kemacetan jika melalui jalan darat," kata Uus. (firman suryaman)