Perajin Rajut Binongjati

VIDEO-Perajin Rajut Binong Banjir Order Lewat Jualan Online, Tapi Tak Melupakan Pasar Offline

SETIAP bulannya, Asep paling sedikit memperoleh pesanan 6.000 per produk. Harganya paling murah Rp 20.000 untuk anak-anak...

BAGI Asep Dadang (42), pengusaha rajutan di Binongjati, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, ramainya pemasaran lewat online menjadi berkah. Permintaan rajut kepadanya memang meningkat sejak banyaknya toko dan marketplace di dunia maya.

Setiap bulannya, Asep paling sedikit memperoleh pesanan 6.000 per produk. Harganya paling murah Rp 20.000 untuk anak-anak dan paling mahal di atas Rp 100 ribu.

"Yang melalui online omzet rajut saya mencapai Rp 200 juta per bulan. Belum yang offline bisa mencapai 100 juta," kata Asep di toko rajutnya, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu (26/2).

Tidak hanya pengguna, tapi, katanya, penjual pun berbelanja kepadanya melalui online. Menurutnya banyak reseller yang menjual produknya di online.

Seorang pekerja sedang menata produk rajutan pesanan yang siap kirim di tempat kerja Asep Dadang di sentra rajut Binongjati, Binong, Batunggal, Kota Bandung, Rabu (26/2).
Seorang pekerja sedang menata produk rajutan pesanan yang siap kirim di tempat kerja Asep Dadang di sentra rajut Binongjati, Binong, Batunggal, Kota Bandung, Rabu (26/2). (TRIBUN JABAR/JANUAR P H)

Asep menjual hampir 100 model untuk di online. Menurutnya yang paling laku adalah model untuk remaja. Rajut anak-anak yang harganya relatif murah pun banyak permintaannya.

Asep berjualan di beberapa marketplace. Dari beberapa marketplace tersebut, katanya, hanya satu yang benar-benar mengangkat penjualan rajutnya.

Selain berjualan, Asep mencari reseller untuk menjual rajutannya di marketplace. "Tinggal tulis saja di-postingan-nya mencari reseller, mereka biasanya langsung mengontak," katanya.

Pengusaha rajut lainnya, Epa Sartika (39), pun membidik pasar online untuk menjual rajutannya. Ia membuat akun IG dan grup WhatsApp untuk menggaet pelanggannya.

Epa Sartika, Pengusah Rajut Binongjati
Epa Sartika, Pengusah Rajut Binongjati (TRIBUNJABAR/JANUAR P H)

Epa mengaku menjual rajutan buatannya di online bukan hanya untuk pengguna, tetapi untuk penjual. Epa mencontohkan sebuah akun Instagram yang membeli hingga ribuan baju. Mereka itu tiga mahasiswa, kata Epa, yang satu pintar pemasaran dan yang lainnya pintar mendesain.

"Tadinya mereka hanya memesan satuan, dua, tiga lusin, sekarang mah sudah ribuan. Mereka mahasiswa di Jambi," kata Epa di tempat kerjanya, Jalan Binongjati, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu (26/2).

Halaman
123
Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved