Mengenal Virus Corona, dari Gejala hingga Bahayanya untuk Tubuh, Gini Cara Mencegahnya

Penyebaran virus corona atau Covid-19 hingga kini masih menghebohkan publik.

Editor: Widia Lestari
Kolase Tribun Jabar/Pixabay.com
ilustrasi etika batuk sebagai pencegahan virus corona 

TRIBUNJABAR.ID - Penyebaran virus corona atau Covid-19 hingga kini masih menghebohkan publik. Terlebih di Indonesia kini sudah ada pasien yang terinfeksi virus corona.

Untuk mengetahui seseorang terinfeksi virus corona memang memerlukan proses yang tidak sembarangan.

Ada prosedur medis yang perlu dilakukan. Hal ini pernah dijelaskan dalam tweet yang dimuat akun Twitter Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI.

Pada prosesnya, dibutuhkan waktu dua hari untuk memastikan bahwa pasien diserang virus corona atau tidak.

"Bagaimana proses memastikan seseorang positif #coronavirus ?

Untuk menentukan itu harus diambil spesimen selanjutnya di cek di laboratorium. Butuh waktu 2 hari untuk memastikan bahwa itu adalah nCoV."

 Sempat Dirawat di Cianjur, Pasien Diduga Corona Asal Bekasi Disebut Meninggal Karena Sakit Jantung

Pada tweet selanjutnya, dijelaskan pula tidak ada bentuk diagnosis suspect. Disebutkan, sebenarnya suspect adalah kerangka kerja dalam manajemen terhadap pasien di rumah sakit.

"Tidak ada diagnosa suspect. Suspect itu hanya kerangka kerja untuk melakukan management terhadap pasien di RS

yang kemudian dipikirkan sampai kondisi terburuknya, tentunya harus didasari pemeriksaan dan tanda-tanda fisik."

Bagi orang awam, bisa jadi kurang paham apa yang dimaksud suspect corona.

Untuk menambah pengetahuan Anda, perlu dijelaskan lebih jauh tentang pengertian suspect itu sendiri.

Seperti yang dimuat artikel di Kompas TV, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono menjelaskan, untuk memastikan seorang pasien terjangkit virus corona atau tidak, dokter akan dilakukan beberapa tahap observasi.

Disebutkan tahap pertama itu disebut people under observation, yakni yang menunjukkan gejala batuk pilek.

"Pertama, kita menyebutnya adalah people under observation. Semua orang yang punya gejala batuk pilek itu termasuk People under observation," ujarnya.

Tahap selanjutnya, jika diketahui seorang pasien ada riwayat bepergian ke Wuhan dan ada riwayat kontak dengan orang yang lama dengan yang sakit di negara manapun, maka baru dinamakan suspect.

"Kemudian kalau under observation tapi ada riwayat ke Wuhan, ada riwayat kontak dengan orang yang lama dengan yang sakit di negara-negara manapun, itu baru disebut suspect," kata Anung Sugihantono.

Lalu, disebutkan juga ada tahapan lain yang disebut probable hingga akhirnya disebut confirm.

 Wabah Virus Corona, Pemprov Jabar Bentuk Crisis Centre, Ketuanya Ridwan Kamil

"Tapi kalau suspect dilakukan pemeriksaan lab lalu ditemukan corona virus itu disebut probable. Kalau novel corona virus maka disebut confirm," ujarnya.

Awalnya, penyebaran virus corona terdeteksi di Wuhan, China, pada akhir tahun 2019.

Hal ini membuat warga setempat yang terinfeksi virus semakin bertambah.

Diketahui, virus corona ini menyerang sistem pernapasan manusia.

Hal yang mengerikan virus ini memiliki kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang parah daripada virus lainnya.

Seperti yang dimuat BBC Indonesia, dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan, hal paling berbahaya ketika virus tersebut merusak fungsi paru-paru.

Kondisi tersebut disebut sebagai pneumonia. Dalam hal ini, jaringan paru-paru akan terinfeksi atau mengalami peradangan akut.

ilustrasi virus corona
ilustrasi virus corona (Pixabay)

"Pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan. Itulah mengapa virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influenza tapi dia menyebabkan pneumonia," ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, pada artikel di laman Alodokter yang ditinjau dr Tjin Willy, disebutkan bahwa pneumonia bisa dikenal dengan istilah paru-paru basah.

Penyakit ini juga disebutkan memang disebabkan oleh virus atau bakteri, atau juga jamur.

Pneumonia memang berupa infeksi yang mengakibatkan salah satu atau kedua paru-paru mengalami peradangan pada kantong udaranya.

Disebutkan, pada kumpulan kantong-kantong udara kecil yang berada di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru, akan mengalami radang. Kemudian akan dipenuhi cairan atau nanah.

Biasanya, penderita pneumonia ini akan mengalami batuk berdahak, sesak napas, demam, atau menggigil.

Dilihat dari gejalanya memang sama seperti gejala virus corona.

Seperti informasi yang dimuat Kementerian Kesehatan RI melalui akun Twitter, gejala virus corona tersebut antara lain demam, batuk, pilek, gangguan pernafasan, sakit tenggorokan.

Wabah virus corona ini menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia di dunia. Terlebih sudah menyebar ke berbagai negara.

Terkait penyebaran virus corona, WHO pun memberikan petunjuk pencegahan yang dimuat di laman resminya.

Berikut ini yang bisa kita lakukan untuk pencegahan tertularnya virus corona dari WHO.

1. Sering membersihkan tangan dengan sabun dan air berbasis alkohol.

2. Saat batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu. Segera buang tisu dan cuci tangan.

3. Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk.

4. Jika menderita demam, batuk, dan sulit bernapas, segera cari perawatan medis lebih awal dan bagikan riwayat perjalanan sebelumnya dengan penyedia layanan kesehatan.

5. Ketika mengunjungi pasar langsung di daerah yang saat ini mengalami kasus coronavirus baru, hindari kontak langsung tanpa perlindungan dengan hewan hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan.

6. Konsumsi produk hewani mentah atau setengah matang harus dihindari. Daging mentah, susu, atau organ hewani harus ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah, sesuai praktik keamanan pangan yang baik.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved