Di Tengah Ancaman Corona, Warga Ciamis Diingatkan Bahaya DBD, Sejak Januari 3 Warga Meninggal

Di tengah ancaman virus corona, warga Ciamis diingatkan bahaya DBD. Sejak Januari, sudah 3 warga meninggal.

Di Tengah Ancaman Corona, Warga Ciamis Diingatkan Bahaya DBD, Sejak Januari 3 Warga Meninggal
DOKUMENTASI KOMPAS
Waspada Nyamuk Demam Berdarah. 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Di tengah ancaman penularan virus corona (Covid-19) yang kini marak, masyarakat Ciamis diingatkan untuk tetap waspada dengan acaman penularan DBD (demam berdarah).

Dibandingkan tahun 2019 lalu, kasus DBD dalam dua bulan terakhir meningkat tajam.

Bulan Januari 2020 terjadi 216 kasus dan pada bulan Februari 239 kasus.

Dari 455 kasus selama dua bulan awal tahun 2020 tersebut, tiga orang penderita meninggal, ketiganya perempuan.

Kepala Dinkes Ciamis dr H Yoyo MKes kepada Tribun Jabar, Rabu (4/3/2020), mengatakan, dibanding tahun 2019, pada musim hujan awal tahun 2020 ini ada peningkatan kasus yang cukup signifikan.

“Padahal awal tahun ini banyak turun hujan,”  ujar dr Yoyo.

Kasus terbanyak DBD di awal tahun ini terjadi di Kecamatan Ciamis yakni 71 kasus pada bulan Januari dan 85 kasus pada bulan Februari.

Dari 27 kecamatan di Ciamis, sembilan kecamatan di antaranya daerah endemik DBD.

Serangan DBD awal tahun 2020 ini hampir terjadi di semua kecamatan.

Dari 445 warga Ciamis yang terjangkit DBD selama dua bulan terakhir sebanyak 221 laki-laki dan 234 perempuan.

Menurut kategori umur, DBD menyerang lebih banyak kelompok usia produktif (usia 15 sampai 44 tahun) yakni 237 orang. Selebihnya menyerang bayi (1 orang), menyerang balita (usia 1 sampai 4 tahun) 19 orang, anak dan remaja (5 sampai 14 tahun ) 89 orang, serta usia di atas 44 tahun (101 orang).

Cara yang manjur untuk mengantisipasi penularan penyakit  demam berdarah dengue yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut menurut dr H Yoyo adalah melaksanakan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara menyeluruh, masif, dan berkelanjutan.

“Serta menyukseskan program J1R1, yakini satu jumantik tiap satu rumah. Ada seorang juru pemantau jentik nyamuk di setiap rumah, sangat efektif untuk mencegah penularan DBD,” katanya.

Penanggulangan DBD katanya jangan terlalu bergantung pada fogging (pengasapan), karena yang utama adalah upaya-upaya PSN.

Masker Kosong di Apotik dan Toko Obat di Ciamis, Polisi Telusuri Kemungkinan Penimbunan

Silvia Kecewa Tak Bisa Dapat Masker, Sudah Datangi Beberapa Apotek Tapi Pulang dengan Tangan Hampa

Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved