Anak-anak Temukan Mayat di Kolam Taman Alun-alun Majalaya, Warga pun Geger
Penemuan mayat pria dalam posisi terlentang tersebut menggegerkan warga di sekitar Kolam Taman Alun-alun Majalaya.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sesosok mayat pria ditemukan di Kolam Taman Alun-alun Majalaya, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2020).
Penemuan mayat pria dalam posisi terlentang tersebut menggegerkan warga di sekitar Kolam Taman Alun-alun Majalaya.
Menurut Kapolsek Majalaya, Kompol Laurensius Napitupulu, mayat di Kolam Alun-alun Majalaya itu awalnya ditemukan oleh anak-anak sekolah.
"Kemudian diberitahukan kepada Linmas dan penjaga masjid, lalu melaporkan kepada kami. Kami langsung ke TKP dengan melibatkan semua fungsi," ujar Laurensius saat dihubungi Tribun Jabar, Rabu (4/3/2020).
Setelah mengangkat mayat itu dari kolam, ucap Laurensius polisi l angsung mencari identitas korban.
"Terdapat dompet korban berisi uang 50 ribu dan satu lembar kertas bertuliskan nomer telepon," kata dia.
Laurensius mengungkapkan, berdasarkan nomor telepon itu, polisi bisa mengetahui identitas korban dan keluarganya.
• Robert Tak Salah Pilih, Baru Laga Perdana, Striker Anyar Persib Bandung Ini Sabet 3 Penghargaan
• Tips Aman Berkendara Saat Hujan Melanda, Jangan Lupa Harus Fokus dan Jaga Emosi
"Korban bernama Atang Alamsyah beralamat di Kampung Kiara Lawang, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbobg Garut," tuturnya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kata Laurensius, korban diketahui bekerja memperbaiki mesin heler atau penggilingan padi.
"Dia suka dipanggil ke Bandung, Jakarta, Majalaya, untuk memperbaiki mesin heler tersebut," ujar dia.
Laurensius menjelaskan, dari keterangan saudara korban, juga diketahui Atang Alamsyah memiliki penyakit epilepsi. Karena itu, polisi menduga korban jatuh ke kolam lantaran epilepsi.
"Hasil dari tim inavis juga tidak ada tanda kekerasan dan kejahatan lain," ujarnya.
Kapolsek Majalaya itu mengatakan keluarga korban menolak autopsi pada jenazah Atang.
"Keluarga menerima kematian korban sudah takdir dan membuat surat pernyataan keberatan melakukan autopsi," kata Laurensius.
Ia mengakui, penemuan mayat itu menggegerkan warga sekitar yang datang ke lokasi tetapi tidak sampai mengganggu pekerjaan polisi.
"Kami datang kan langsung amankanTKP dan buat garis polisi," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/penemuan-mayat-di-kolam-taman-alun-alun-majalaya.jpg)