Dampak Banjir di Indramayu, Sejumlah Sekolah Pulangkan Siswa-siswinya Lebih Awal
Sejumlah sekolah di Kabupaten Indramayu terpaksa memulangkan siswa-siswinya lebih awal akibat banjir yang merendam sekolah setempat.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sejumlah sekolah di Kabupaten Indramayu terpaksa memulangkan siswa-siswinya lebih awal akibat banjir yang merendam sekolah setempat.
Salah satunya di SMK Farmasi Indramayu di Jalan Olahraga Indramayu, akibat banjir yang terus meninggi membuat kegiatan belajar tidak bisa dilaksanakan seperti biasanya.
Para siswa-siswi itu dipulangkan lebih awal sekitar pukul 11.00 WIB.
• Banjir di Pusat Kota Indramayu Jadi yang Terparah Seperti Tahun 2014, BPBD Ungkap Penyebabnya

Kepala SMK Farmasi Indramayu, Satrio mengatakan, baru kali ini sekolah yang dinaunginya tersebut mengalami banjir separah itu.
"Belajar sih bisa, cuma kan tidak nyaman," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (24/2/2020).
Satrio mengungkapkan, dampak banjir yang terparah dirasakan para pelajar di kelas X dan XII.
Hal itu dikarenakan posisi kelas yang berada di bawah sehingga air masuk menggenangi ruang kelas.
Dikisahkan Satrio, kelas-kelas itu rata terendam banjir dan pihak sekolah terpaksa memulangkan para siswa-siswinya.
Sementara itu, Kasi Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Caya mengatakan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di pusat kota Indramayu hari ini merupakan yang terparah.
Sebelumnya banjir seperti ini juga pernah terjadi pada tahun 2014 lalu. Namun, banjir tersebut dikarenakan tanggul Sungai Cimanuk jebol.
"Tingginya air antara 30-50 centimeter," ucapnya.
Adapun penyebab banjir diketahui akibat curah hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Indramayu sejak dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Hingga sekarang pun hujan masih mengguyur Kabupaten Indramayu sehingga banjir tidak kunjung surut.
Terlebih drainase pusat kota yang buruk akibat sedimentasi dan banyaknya perumahan baru di daerah-daerah serapan air membuat banjir terus menggenang.