Banjir di Pusat Kota Indramayu Jadi yang Terparah Seperti Tahun 2014, BPBD Ungkap Penyebabnya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu ungkap alasan pusat kota Indramayu terendam banjir di sejumlah wilayah.

Banjir di Pusat Kota Indramayu Jadi yang Terparah Seperti Tahun 2014, BPBD Ungkap Penyebabnya
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Banjir merendam sejumlah wilayah di pusat kota Kabupaten Indramayu, Senin (24/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu ungkap alasan pusat kota Indramayu terendam banjir di sejumlah wilayah.

Kasi Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Caya mengatakan, banjir tersebut disebabkan oleh buruknya drainase kota.

"Pertama drainasenya buruk, kedua karena air di kita semuanya muaranya ke laut sedangkan kondisi kita sekarang lagi rob. Aliran dari darat terhambat mau ke lautnya," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (24/2/2020).

Kantor BPBD Indramayu Terendam Banjir, Disebut karena Buruknya Drainase Kota

Caya bahkan menyebut, banjir kali ini merupakan banjir terparah seperti yang terjadi di pada 2014 lalu.

Jika pada 2014 lalu banjir disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Cimanuk, banjir kali ini justru disebabkan oleh buruknya drainase atau saluran air kota.

"Ini terparah seperti tahun 2014," ucapnya.

Dirinya menjelaskan, drainase yang buruk itu disebabkan oleh saluran-saluran air yang mengalami sedimentasi.

Hujan Deras Sejak Dini Hari, Sejumlah Wilayah dan Jalan di Kabupaten Indramayu Dilanda Banjir

Hal itu karena banyaknya perumahan-perumahan baru di Indramayu yang tidak sesuai konservasi bangunan.

"Ini banjirnya bukan banjir sungai tapi banjir genangan perkotaan. Sekarang itu banyak dibangun perumahan di daerah resapan yang tadinya sawah, perumahan itu tidak sesuai konsep konservasi bangunan yang mestinya 30:70 atau 40:60," ucapnya.

"40 adalah resapan 60 daerah yang terbangun. Nyatanyakan semuanya malah jadi daerah yang dibangun. Sebingga air tidak bisa meresap ke tanah karena banyak material keras," lanjut dia.


Penulis: Handhika Rahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved