Kini, Wyata Guna Bandung Layani Pijat Online Melalui Aplikasi Lapak Spa

Aplikasi Daring “Lapak Spa“ digagas untuk memberikan kecepatan dan jangkauan lebih luas dalam layanan pijat massage, shiatsu, pijat spa...

Kini, Wyata Guna Bandung Layani Pijat Online Melalui Aplikasi Lapak Spa
KOMPAS.com / Bill Clinten melalui Tribun Jateng
Ilustrasi situs Google Play di peramban Chrome. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG-Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) “Wyata Guna” di Bandung meluncurkan dua aplikasi berbasis online dengan pendekatan teknologi informasi oleh penyandang disabilitas sensorik netra.

Aplikasi daring tersebut bernama “Lapak Spa” yang merupakan pengembangan inovasi pelayanan publik di bidang jasa serta manifestasi dari implementasi program rehabilitasi sosial lanjut yang dilaksanakan secara Holistik, Sistematik dan Terstandar.

Aplikasi Daring “Lapak Spa“ digagas untuk memberikan kecepatan dan jangkauan lebih luas dalam layanan pijat massage, shiatsu, pijat spa Rumah Bugar Wyata Guna.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula launching bagi aplikasi “Sipamerwyna” yang merupakan Aplikasi pengelolaan database Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Wyata Guna untuk mengolah data menjadi informasi yang cepat, akurat dan terukur guna menghadirkan pelayanan publik yang prima.

Dalam kegiatan launching aplikasi tersebut turut hadir Direktur Jenderal Rehabilitasi SosialKementerian Sosial RI, Edi Suharto dan perwakilan dari 10 Provinsi yang menjadi jangkauan wilayah kerja BRSPDSN “Wyata Guna” di Bandung.

"Saya sangat mengapresiasi hadirnya Undang – undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah guna menciptakan sinergitas dan integritas layanan rehabilitasi sosial," ujar Edi dalam rilis yang diterima Tribunjabar.id, Kamis (20/2/2020).

Disebutkannya, rehabilitasi sosial kini memiliki konsep baru, sebagaimana amanah dari Undang-undang Nomor 14 tahun 2019 tentang Pekerja Sosial serta Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2019 tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas.

Secara jelas kedua peraturan perundang-undangan tersebut menjelaskan bahwa rehabilitasi sosial terdiri dari 2 bentuk yaitu rehabilitasi sosial dasar yang dilaksanakan di dalam maupun di luar panti yang menjadi tanggung jawab Gubernur/Bupati/Wali Kota. 

Rehabilitasi sosial lanjut, kata Edi, yang dilaksanakan di dalam maupun di luar Balai dan Loka yang menjadi tanggung jawab Menteri Sosial dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

Aplikasi Daring “Lapak Spa” juga merupakan bagian dari wujud pengembangkan keterampilan dan pemberdayaan penyandang disabilitas sensorik netra.

Khususnya pengembangan dalam platfom baru program rehabilitasi sosial lanjut dengan pengembangan kapabilitas sosial dan tanggungjawab sosial sebagai outputnya.

Hasil yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah tersampaikannya materi perubahan layanan rehabilitasi sosial panti menjadi balai, tersampaikannya materi rehabilitasi sosial tingkat lanjut PDSN BRSPDSN Wyata Guna dan memperoleh masukan terhadap pelayanan yang ada di Wyata Guna.

"Kami berharap dengan kegiatan ini dapat terjalin hubungan yang harmonis antara Wyata Guna dengan Stakeholdernya. Kami berharap, keduanya bersinergi dan berkolaborasi dalam menjalankan program rehabilitasi sosial demi kemandirian penyandang disabilitas sensorik netra di Indonesia," kata Edi. (*)

Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved