Disdik Jabar Belum Terima Arahan Penggunaan Aplikasi Onlinel untuk Bayar SPP dari Kementerian

Kadisdik: Setelah Juli 2020, sekolah-sekolah negeri dalam kewenangan Provinsi Jabar, tidak lagi menarik bayar iuran bulanan dari peserta didik

Disdik Jabar Belum Terima Arahan Penggunaan Aplikasi Onlinel untuk Bayar SPP dari Kementerian
(KOMPAS.com/Reska K. Nistanto)
Ilustrasi GoPay. Bayar SPP sekolah kini bisa menggunakan GoPay. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
  
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, mengatakan pihaknya belum mendapat arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengenai sistem pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan menggunakan dompet digital atau aplikasi pembayaran online.

"Belum ada arahan dari kementerian. Saya akan cek dulu ke daerah apakah ada yang sudah menerapkan sistem pembayaran ini," kata Dewi melalui ponsel, Jumat (21/2/2020).

Dewi mengatakan pada tahun ajaran 2020-2021 sendiri, sekolah jenjang SMA dan SMK di Jabar akan dibebaskan dari SPP.

Pro-Kontra Bayar SPP Pakai Go Pay, Kalau SPP Sudah Gratis Tak Diperlukan Lagi

Dengan kata lain Pemprov Jabar sendiri yang menanggung SPP tersebut.

"Setelah Juli 2020, sekolah-sekolah negeri dalam kewenangan Provinsi Jabar, tidak lagi menarik bayar iuran bulanan dari peserta didik," tuturnya.

Gubernur Setuju

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sangat setuju jika pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) di sekolah bisa juga melalui aplikasi pembayaran atau dompet digital seperti GoPay, Dana, OVO, dan sebagainya.

"Kalau saya sangat setuju kepada apapun yang memudahkan. Bukan soal GoPay-nya. Bisa pakai OVO, bisa pakai dana, dan sebagainya," kata gubernur yang akrab disapa Emil ini di Bandung, Jumat (21/2/2020).

Gubernur Jawa Barat Setuju Bayar SPP Pakai Dompet Digital

Adanya berbagai komentar mengenai hal ini, katanya, mungkin karena kebetulan saja salah satu aplikasi pembayaran, GoPay, memiliki hubungan dari sisi sejarah dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim.

"Tapi saya kira bukan itu yang dipermasalahkan. Justru bermanfaat tidak pada kecepatan dan kemudahan menggunakan dunia teknologi yang namanya digital itu. Daripada HP-nya dipakai yang enggak jelas kan mending dipakai untuk hal-hal yang serba cepat serta mudah," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved