Siswa MTs di Ciamis Ditampar Guru Gara-gara Belum Mencukur Rambut, Kedua Pelipis Lebam

Tidak bisa terima pemukulan oknum gurunya, A lantas mengadukan kasusnya itu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

Siswa MTs di Ciamis Ditampar Guru Gara-gara Belum Mencukur Rambut, Kedua Pelipis Lebam
kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - A, seorang siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Ciamis, Jawa Barat menjadi korban penamparan dan pemukulan guru olahraganya sendiri.

Tidak bisa terima pemukulan oknum gurunya, A lantas mengadukan kasusnya itu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto tidak membantah telah menerima laporan itu.

Ato menyebut kekerasan tersebut dipicu gara-gara korban belum mencukur rambut.

"Guru olahraganya menampar dan memukul dua kali sampai mencekik," kata Ato kepada wartawan di kantornya, Rabu (19/2/2020).

Saat ini korban mengalami trauma, luka lebam di pelipis kedua matanya.

"Karena di Ciamis tak ada KPAID, jadi korban bersama ayahnya dan kepala dusunnya melapor ke sini," ujar 

Sesuai pengakuan korban, kata Ato, kejadian bermula saat korban berada di kantin sekolahnya, Senin (17/2/2020).

Korban ditanyakan oleh guru olahraganya belum mencukur rambut dengan kata-kata kasar sambil menampar pipinya.

A sempat menanyakan alasan ke sang guru tersebut menamparnya hanya gara-gara belum cukur rambut.

 Seusai menanyakan hal itu, dirinya kembali dipukul dua kali di bagian wajah secara brutal.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved