Persib Bandung

Ini Komentar Pelatih Persib Bandung Soal Kerusuhan Antar-Suporter Persebaya Surabaya vs Arema FC

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, ikut berkomentar soal bentrokan antar-suporter Persebaya Surabaya dan Arema FC

Ini Komentar Pelatih Persib Bandung Soal Kerusuhan Antar-Suporter Persebaya Surabaya vs Arema FC
SURYA.co.id/SAMSUl HADI
Kelompok suporter rusuh di Kota Blitar, 4 motor dibakar dan 1 orang Luka, Persebaya Surabaya vs Arema FC 0-1 

TRIBUNJABAR.ID- Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, ikut berkomentar soal bentrokan antar-suporter dalam  laga semifinal Piala Gubernur Jatim 2020, Persebaya Surabaya vs Arema FC.

Tentu saja, keprihatinan Robert Alberts bukan saja karena dia pernah melatih Arema FC melainkan karena ingin sepak bola Indonesia berkembang tanpa kerusuhan.

Sebenarnya, derbi Jawa Timur Persebaya Surabaya vs Arema FC itu digelar tanpa penonton di Stadion Supriyadi, Kota Blitar, Selasa (18/2/2020).

Laporan Surya.co.id, kericuhan antardua kelompok suporter terjadi di luar stadion dan terjadi di dua lokasi.

"Ada insiden kecil. Pertama, terjadi sebelum pertandingan dimulai di Jalan Kapuas, kedua di areal persawahan Kelurahan Bendo. Kedua suporter sempat bertemu dan terjadi insiden," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela.

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan persahabayan Persib Bandung vs Barito Putera, di Graha Persib, Jalan Sulanjana No 17, Senin (10/2/2020).
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan persahabayan Persib Bandung vs Barito Putera, di Graha Persib, Jalan Sulanjana No 17, Senin (10/2/2020). (Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha)

Adapun dampak kerusuhan itu, empat motor rusak parah setelah dibakar massa.

Wander Luiz Bicara Soal Persib Bandung Juara Liga 1 2020: Saya Percaya, Kami Bisa

Skuat Utama Dibawa ke Bogor, Persib Bandung Lawan PSCS Cilacap dan Tira Persikabo

"Empat motor dirusak itu saat terjadi insiden di Jalan Kapuas sebelum pertandingan dimulai. Kalau insiden di areal persawahan Kelurahan Bendo tidak ada korban," kata Leonard.

Selain empat motor, kata Leonard, juga ada dua orang luka saat terjadi bentrokan antara kelompok suporter.

Satu orang mengalami patah kaki dan harus menjalani perawatan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dan satu lagi luka di bagian kepala.

"Yang luka di bagian kepala hanya luka ringan mungkin terkena lemparan batu. Dua orang yang luka itu dari kelompok suporter, baik dari Aremania dan Bonek," katanya.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved