Semua Ritel di Kota Bandung Wajib Kurangi Penggunaan Kantong Plastik

Pemerintah Kota Bandung mewajibkan semua toko atau ritel untuk mulai mengurangi penyediaan stok kantong plastik

Semua Ritel di Kota Bandung Wajib Kurangi Penggunaan Kantong Plastik
TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
Ilustrasi, PEMBERLAKUAN KANTONG PLASTIK TIDAK GRATIS - Konsumen berbelanja menggunakan tote bag atau kantong belanja seusai Peresmian Uji Coba Pemberlakukan Kantong Plastik Tidak Gratis "Belanja Cantik Tanpa Kantong Plastik" di pusat perbelanjaan Superindo, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Melalui penerapan kebijakan kantong plastik tidak gratis ini demi kelestarian lingkungan bersama menuju Indonesia Bersih Sampah 2020 dan inplementasi Perda Kota Bandung 17/2012 tentang Pengurangan Kantong Plastik. Konsumen wajib membayar kantong plastik jika membutuhkan sebesar minimal Rp 200 per lembar sebagai biaya pengelolaan sampah kantong plastik. Dana tersebut dikumpulkan oleh peritel dan diawasi oleh Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mewajibkan semua toko atau ritel untuk mulai mengurangi penyediaan stok kantong plastik secara bertahap.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Sofyan Hernadi mengatakan, pengurangan penggunaan kantong plastik ini sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 17 Tahun 2012 serta Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 37 Tahun 2019, sebagai petunjuk pelaksanaan dan pedoman dalam upaya pengurangan penggunaan kantong plastik secara terukur.

"Kami tidak melakukan pelarangan, tapi pengurangan penggunaan dan memang sudah ada kesepakatan dengan asosiasi ritel, secara bertahap sesuai dengan road map yang ada diperwal itu sendiri, bahwa mereka akan mulai mengurangi stoknya bertahap, diharapkan di 2025 sudah 100 persen mereka tidak lagi menyediakan kantong kresek gratis," ujar Sofyan Hernadi, saat ditemui di Balai Kota, Kamis (13/2/2020).

Selain pengurangan stok dari ritel, kata Sofyan, masyarakat pun harus mulai sadar untuk tidak terus menerus menggunakan kantong plastik. Sebagai gantinya, bisa menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan.

Lucinta Luna Berkali-kali Ingin Bunuh Diri, Depresi Dibully, Dosis Obat Tidur Tinggi & Sering Sakit

"Nantinya bukan tidak ada sama sekali, tapi masyarakat diberikan pilihan kalau masih menggunakan (kantong plastik)mereka harus bayar, mudah-mudahan dengan itu masyarakat mulai mengurangi," katanya.

Menurut Sofyan, karena Perda dan Perwal ini isinya bersifat imbauan, maka tidak akan ada sanki yang diberikan kepada ritel yang masih menyediakan kantong plastik.

"Perda dan perwal tentang pengurangan kantong kresek ini lebih kepada edukasi, partisipasi masyarakat. Kalaupun sanksi sebagaimana tercantum eksplisit dalam aturan itu lebih kepada pemberitaan negatif, ketidak patuhan, tidak sampai ditutup itu terlalu jauh," ucapnya.

Bertemu Ridwan Kamil Saat Kopdar, Ini Proyek yang Diajukan Bupati Karawang Cellica

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved