Longsor di Bandung Barat

Khawatir Longsor Susulan di Sisi Tol Purbaleunyi, Warga Kampung Hegarmanah Tak Bisa Tidur

Ia mengaku masih trauma akibat longsor di sisi Tol Purbaleunyi itu karena terjadi secara tiba-tiba hingga menerjang area persawahan dan rumah warga

Khawatir Longsor Susulan di Sisi Tol Purbaleunyi, Warga Kampung Hegarmanah Tak Bisa Tidur
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi terkini di lokasi longsor Kampung Hegarmanah, RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (13/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH- Warga Kampung Hegarmanah, RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB)  masih merasa khawatir terjadi longsor susulan karena wilayah tersebut kerap diguyur hujan deras.

Pantauan Tribun Jabar, Kamis (13/2/2020), warga sudah tidak ada yang berada di lokasi kejadian tepatnya di sekitar area persawahan yang tertimbun longsor, terlebih lokasi itu sudah dipasang garis polisi.

Sementara tebing longsor yang berada tepat di samping Tol Purbaleunyi itu, saat ini sudah dipasang terpal berwarna biru agar tebing tersebut tidak langsung terkena air hujan.

Warga setempat Titin Sadiyah (37), mengatakan, setelah longsor tersebut dirinya setiap malam tidak bisa tidur karena merasa tidak tenang, takut terjadi longsor susulan.

"Apalagi kalau hujan deras, saya suka merasa tidak tenang, makanya saya tinggal dulu di rumah saudara yang ada di atas," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Longsor Tebing Tol Purbaleunyi Menyisakan Kerugian Bagi Petani, Bupati akan Bertemu Jasa Marga

Longsor Tebing di Samping Jalan Tol Purbaleunyi, Jasa Marga Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Normal

Ia mengaku masih trauma akibat longsor tersebut karena saat itu longsor terjadi secara tiba-tiba hingga menerjang area persawahan dan rumah milik warga setempat.

"Iya, pasti kalau merasa khawatir, apalagi saya punya anak kecil. Ini juga tangan pegal-pegal karena menggendong anak terus dan setiap malam kurang tidur," ucapnya.

Warga lainnya, Abas Saefullah (38) juga merasakan hal yang sema dengan Titin, apalagi akibat longsor tersebut rumahnya jebol, hingga menyebabkan tumpukan tanah masuk ke dalam rumahnya.

"Perasaan saya sekarang sudah gak karuan, masih khawatir longsor lagi, rumah saya rusak dan alat-alat rumah tangga juga banyak yang rusak, sebagian sudah diamankan," katanya.

Saat kejadian longsor itu, ia mengaku sempat melihat tanah terus bergerak menuju rumahnya, kemudian dia menyelamatkan anak dan istrinya, hingga akhirnya longsor tersebut menerjang rumah miliknya.

"Barang-barang yang masih bisa diselamatkan, hanya surat-surat penting, kursi dan yang lainnya. Kalau kondisi anak dan istri alahmdulillah sehat," kata Abas.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved