Longsor Tebing Tol Purbaleunyi Menyisakan Kerugian Bagi Petani, Bupati akan Bertemu Jasa Marga

Longsor tebing dari dekat Tol Purbaleunyi yang menerjang area persawahan di Kampung Hegarmanah,

Longsor Tebing Tol Purbaleunyi Menyisakan Kerugian Bagi Petani, Bupati akan Bertemu Jasa Marga
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi terkini longsor di Kampung Hegarmanah RT 3/4, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (12/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Longsor tebing dari dekat Tol Purbaleunyi yang menerjang area persawahan di Kampung Hegarmanah, RT 03/04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat petani mengalami kerugian.

Pasalnya, seluas 3 hektare sawah milik petani setempat menimbun area persawahan dan gundukan tanah yang mencapai 1 meter lebih diperkirakan sulit untuk disingkirkan.

Pantauan Tribun Jabar, Kamis (13/2/2020), tanaman padi yang tertimbun tanah tersebut tampak sudah menguning, artinya padi tersebut beberapa pekan lagi sudah siap untuk dipanen.

Namun, karena adanya longsor tersebut, para petani pemilik sawah yang tertimbun itu dipastikan akan gagal panen, sehingga mereka meminta pemerintah setempat untuk segera mencarikan solusi terkait masalah ini.

Hal tersebut dialami petani setempat, Suhaya (50), dia mengalami kerugian karena sawah seluas 200 tumbak miliknya tertutup material longsor berupa gundukan tanah.

Akhirnya Sule Mengajak Teddy Bertemu, tapi Ada Syaratnya, Sule Singgung Soal Berhenti Bicara

"Kalau tidak ada longsor saya dan kakak bisa mendapat sekitar 1000 kilogram beras lebih dari hasil panen," ujarnya saat ditemui di lokasi longsor.

Ia mengatakan, longsor yang membawa material tanah itu, menutupi lahan persawahan warisan dari orang tuanya, namun saat ini sawah tersebut sulit untuk digarap kembali.

"Ini pasti sulit untuk ditanam lagi, kalau pun bisa membutuhkan waktu yang lama," katanya.

Kendati demikian, dia tetap ikhlas dengan keadaan tersebut dan berusaha menerimanya karena kejadian ini, menurut Suhaya memang tak bisa di hindarkan.

Tak Ada Penerbangan, Izin Tinggal WNA Asal China di Indonesia Pun Diperpanjang

"Yang namanya bencana tidak ada yang tahu dan tidak ada yang mau. Mudah-mudahan ke ganti rezekinya dengam yang lebih besar," ucap Suhaya.

Sebelumnya, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengatakan, pihaknya bersama Jasa Marga akan segera mengadakan pertemuan untuk membahas penanganan pascabencana tersebut agar solusinya bisa segera ditemukan.

"Kita rapat, ambil solusi bagaimana karena ini gak bisa kita saling menyalahkan walapun Pak RW tadi bilangnya karena Jasa Marga," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved