Longsor di Bandung Barat

Longsor Tebing di Samping Jalan Tol Purbaleunyi, Jasa Marga Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Normal

PT Jasa Marga memastikan lalu lintas ke dua jalur Tol Purbaleunyi tetap normal meski tebing di sampingnya longsor dan menerjang Kampung Hegarmanah

Longsor Tebing di Samping Jalan Tol Purbaleunyi, Jasa Marga Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Normal
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Kondisi Kampung Hegarmanah RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pasca longsor. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - PT Jasa Marga memastikan arus lalu lintas di ke dua jalur Tol Purbaleunyi tetap normal meski tebing yang berada di sampingnya longsor dan menerjang Kampung Hegarmanah RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Longsor tebing setinggi 15 meter dan lebar 30 meter itu jaraknya hanya 5 hingga 7 meter dari bahu jalan Tol Purbaleunyi KM 118+600 B atau arah Bandung menuju Jakarta.

Humas PT Jasa Marga, Nandang Elan, mengatakan, berdasarkan dugaan sementara longsor tebing itu terjadi karena tanahnya memang labil ditambah intensitas hujan akhir-akhir ini cukup tinggi.

"Memang jarak longsor cukup dekat, tapi sejak tadi malam kami telah melakukan antisipasi dan jalur A serta jalur B masih tetap aman," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (12/2/2020).

Untuk saat ini, kata Nandang, antisipasi yang dilakukan yakni pihaknya memasang cerucuk bambu atau sandbag, permohonan kunjungan konsultan penanganan lereng, siaga tim piket penutupan terpal dan rutin melakukan pengalihan aliran runoff.

Longsor Susulan dari Tebing Tol Purbaleunyi Masih Bisa Terjadi, PVMBG Minta Segera Ditangani

"Untuk lajur tetap aktif, tapi kami juga memasang rubbercone untuk melakukan antisipasi longsor susulan," katanya.

Ia mengatakan, saat ini ruas jalan tol tersebut masih tetap normal. Jalur A dari arah Jakarta menuju Bandung berfungsi dua lajur, begitupun dengan arah dari Bandung menju Jakarta.

Untuk saat ini, pihaknya juga tengah berupaya melakukan upaya penyedotan sisa genangan air agar tidak menyebabkan longsor susulan.

"Kita lakukan penyedotan dan membuat saluran untuk mengganti saluran yang tersumbat agar air bisa mengalir ke saluran itu," ucap Nandang.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved