EKSKLUSIF- Disperindag Garut: Aneh Gula Rafinasi Langka Tiap Awal Tahun, Industri Dodol Terancam

Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Garut, Erwin Rianto Nugraha, mengakui stok gula rafinasi sebagai bahan baku dodol, menipis

EKSKLUSIF- Disperindag Garut: Aneh Gula Rafinasi Langka Tiap Awal Tahun, Industri Dodol Terancam
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Pekerja produksi dodol Baraya di Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, sedang mengolah dodol di kuali besar, Selasa (4/2/2020). Pengusaha dodol mengeluhkan langka dan naiknya harga bahan baku gula sejak akhir Januari. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut, Erwin Rianto Nugraha, mengakui stok gula kristal rafinasi di semua distributor gula rafinasi di Kabupaten Garut sudah sangat tipis.

Akibat kelanggaan gula rafinasi, ribuan perajin dodol di Kabupaten Garut terancam kehilangan pekerjaan. Gula rafinasi adalah bahan baku makanan khas yang manis dan legit itu.

Tanpa adanya pasokan baru gula rafinasi, diperkirakan industri dodol yang merupakan ini makanan khas ini hanya akan bertahan satu atau dua minggu lagi. 

Sebagian distributor gula rafinasi, kata Erwin, bahkan sudah tak lagi memiliki stok. Namun, ia mengaku tak bisa berbuat banyak untuk mengatasi hal ini.

"Kewenangan masalah ini (stok gula rafinasi) ada di pemerintah pusat. Kami juga sudah konfirmasi ke Kemendag dan Pemprov Jabar. Ternyata betul stok gula ini menipis, bahkan hampir hilang," kata Erwin saat ditemui di kantornya, Rabu (5/2/2020).

Erwin bahkan menyebut stok gula rafinasi di Surabaya sudah mulai hilang. Stok yang ada di Garut dan Kuningan berdasarkan konfirmasi ke Pemprov Jabar hanya tersisa untuk tujuh hari ke depan.

EKSKLUSIF: Ratusan Pabrik Dodol Terancam Tutup, Stok Gula Rafinasi Hanya Cukup untuk Seminggu

Inilah Sosok Abah Cijeungjing, Pria yang Diantar Istri untuk Nikah Lagi, Pernah Temui Habib Rizieq

"Kedua daerah ini (Garut dan Kuningan) notabene punya banyak IKM di bidang makanan dan minuman. Gula jadi salah satu bahan baku utama," ujarnya.

Pihaknya juga tengah mencari solusi agar para IKM masih bisa melakukan produksi. Namun gula rafinasi, kata dia, baru bisa tersedia sekitar tiga hingga empat pekan ke depan.

"Sekitar Maret prediksi saya baru bisa didistribusikan. Solusinya apakah pakai gula lokal dulu atau seperti apa masih kami cari. Jangan sampai mereka setop produksi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved