EKSKLUSIF: Ratusan Pabrik Dodol Terancam Tutup, Stok Gula Rafinasi Hanya Cukup untuk Seminggu

Tanpa adanya pasokan baru gula rafinasi, diperkirakan industri dodol yang merupakan ini makanan khas ini hanya akan bertahan satu atau dua minggu lagi

EKSKLUSIF: Ratusan Pabrik Dodol Terancam Tutup, Stok Gula Rafinasi Hanya Cukup untuk Seminggu
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Pekerja produksi dodol Baraya di Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, sedang mengolah dodol di kuali besar, Selasa (4/2/2020). Pengusaha dodol mengeluhkan langka dan naiknya harga bahan baku gula sejak akhir Januari. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Ribuan perajin dodol di Kabupaten Garut terancam kehilangan pekerjaan menyusul makin langkanya gula kristal rafinasi yang menjadi bahan baku makanan khas yang manis dan legit itu.

Tanpa adanya pasokan baru gula rafinasi, diperkirakan industri dodol yang merupakan ini makanan khas ini hanya akan bertahan satu atau dua minggu lagi. Itu pun setelah para pengusaha mengurangi produksi hingga lebih dari separuhnya.

Di Garut, ada setidaknya 100 industri dodol rumahan yang masing-masing mempekerjakan empat hingga 15 karyawan.

Ini belum termasuk lima perusahaan pembuatan dodol kelas menengah yang juga terancam. Perusahaan-perusahaan ini masing-masing mempekerjakan 40 hingga 100-an karyawan.

Selain stok yang menipis, harga gula rafinasi yang jadi bahan baku dodol mengalami kenaikan. Gula rafinasi, yang semula bisa didapat dengan harga Rp 9.500 per kilogram, menjadi Rp 10.500 per kilogram.

Kenaikan harga sudah terjadi sejak tiga pekan lalu.

Yudi Risyanto (45), pemilik pabrik Dodol Baraya di Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, mengaku hanya bisa pasrah dengan kelangkaan gula rafinasi ini.

dodol garut
dodol garut (Tribun Jabar/Seli Andina)

VIDEO Produksi Dodol Cina di Purwakarta Turun Drastis, Produsen: Tahun Ini Tak Capai 1 Ton

VIDEO Stok Bahan Baku Dodol Tinggal Satu Minggu

Sejak gula rafinasi langka, Januari lalu, ia sudah membatasi produksinya. Dari 10 kuali besar yang biasa dipakai untuk membuat dodol, hanya dua kuali yang dipakai.

Yudi juga terpaksa mengurangi jumlah karyawannya. Biasanya ada lima pekerja yang setiap hari mengolah dodol di tempatnya. Sejak awal Januari, hanya ada dua pekerja di pabriknya.

Halaman
123
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved