Dampak Virus Corona, Indonesia Kehilangan Pendapatan Rp 2,7 Triliun dari Wisatawan China

Isu virus corona beberapa hari ini masih sangat hangat diperbincangkan. Terlebih masalah isu virus corona i

tribunjabar/nandri prilatama
Wapres KH Maruf Amin di acara PHRI di Karawang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Isu virus corona beberapa hari ini masih sangat hangat diperbincangkan. Terlebih masalah isu virus corona ini berdampak pula pada sektor pariwisata di Indonesia yang mengakibatkan banyak wisatawan dari luar negeri khususnya Cina membatalkan penerbangannya ke Indonesia.

Wapres RI, KH Maruf Amin pun ikut mengeluarkan tanggapannya terkait hal ini. Menurutnya, pemerintah Indonesia untuk menanggulangi wabah virus corona dengan melakukan antisipasi pengoptimalan dalam penggunaan termal scanner di bandara dan pintu masuk wisatawan mancanegara, rumah sakit, dan pelayanan kesehatan lainnya, serta penghentian penerbangan ke Tiongkok per 5 Februari 2020.

"Kami lakukan itu untuk melindungi warga terhadap kemungkinan-kemungkinan yang tak diinginkan. Kami lakukan ini sudah sesuai standar WHO dan praktek Internasional. Jadi, kami perlu waspada melakukan pencegahan seperti menjaga lingkungan dan konsumsi makanan, serta menjaga pola hidup sehat," kata Maruf Amin di Hotel Resinda Karawang, Senin (10/2/2020).

Maruf Amin pun meminta kepada perhimpunan hotel dan restauran se-Indonesia untuk melakukan inovasi-inovasi terkait penurunan wisatawan mancanegara pascaisu virus corona.

Pengantar KTP-el Bisa Dipecat Jika Meminta atau Menerima Uang dari Warga Pemohon KTP-el di KBB

"Manfaatkan fasilitas hotel di saat long session. Kemas paket hotel dengan even atau atraksi bekerjasama baik dengan lembaga pemerintah atau komunitas. Dan manfaatkan digital platform untuk promosinya," kata Maruf Amin yang juga sekaligus mendukung penuh serta mengapresiasi ke PHRI yang telah meluncurkan Viwi Nusantara Shocking Deals 2020.

Kesempatan yang sama, Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani menyebut setelah adanya isu virus corona, Indonesia mengalami potensi kehilangan pendapatan sebesar 200 juta US Dolar atau Rp 2,7 triliun akibat 3.000 warga Tiongkok per hari yang batal ke Indonesia.

"Selama Januari sampai Februari atau imlek ini, Indonesia alami potensi kehilangan Rp 2,7 triliun yang seharusnya masuk jadi pendapatan negara karena warga Tiongkok per hari biasa masuk ke Indonesia 3 ribu orang per harinya," ujarnya.

Mengapa Persib Memilih Tim Besutan Djadjang Nurdjaman sebagai Lawan Tanding? Begini Kata Robert

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved