Belajar di Kelas Rawan Ambruk

Begini Respon UPTD Pendidikan Kecamatan Cisayong Terkait Rusaknya Dua Ruang Kelas SD Cigorowong 3

Kerusakan dua ruang kelas di SD Cigorowong 3, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat respon UPTD Pendidikan Cisayong

Begini Respon UPTD Pendidikan Kecamatan Cisayong Terkait Rusaknya Dua Ruang Kelas SD Cigorowong 3
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cisayong, Tatang Warta saat ditemui di halaman SD Cigorowong 3, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (4/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kerusakan dua ruang kelas di SD Cigorowong 3, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat respon UPTD Pendidikan Kecamatan Cisayong.

Bahkan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cisayong, Tatang Warta, meninjau langsung ke lokasi, Selasa (4/2/2020) siang.

Ia pun mengaku sudah melaporkan kondisi kedua ruang kelas itu ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya.

Curhatan Murid SD Cigorowong 3 yang Belajar di Kelas Rawan Ambruk, Takut Pak, Khawatir

"Saya sudah lapor ke Seksi Sarpras Disdik Kabupaten, dan rencananya Pak Kasi akan meninjau langsung hari ini," kata Tatang, ditemui di halaman SD Cigorowong 3.

Melihat kondisi bangunan atap dua ruang kelas yang sudah bergelombang serta di dalamnya ditopang sejumlah tiang bambu, menurut Tatang, harus sudah mendapat perhatian untuk direhab.

Murid kelas III SD Cigorowong 3 melaksanakan KBM disela-sela tiang-tiang bambu penyangga agar atap tidak ambruk, Selasa (4/2/2020).
Murid kelas III SD Cigorowong 3 melaksanakan KBM disela-sela tiang-tiang bambu penyangga agar atap tidak ambruk, Selasa (4/2/2020). (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

"Kalau melihat kondisinya yang mengkhawatirkan seperti itu, harus mendapat prioritas. Nanti Pak Kasi Sarpras mau meninjau. Mudah-mudahan ada perhatian. Sudah berkenan datang saja sudah menjadi pertanda baik," kata Tatang.

Murid SD Cigorowong 3 Waswas Tiap Sekolah, Mereka Belajar di Ruangan yang Rawan Ambruk

Ia mengatakan, langkah yang ditempuh pihak sekolah juga sudah benar.

Yaitu selalu memasukkan kondisi bangunan sekolah ke dalam data pokok pendidikan (dapodik) yang dilaporkan tiap bulan.

Kepala SD Cigorowong 3, Ahmad, membenarkan pihaknya setiap bulan selalu melaporkan kondisi bangunan.

"Awal-awal dilaporkan rusak ringan. Kemudian berubah menjadi rusak berat. Mudah-mudahan ada perhatian," katanya. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved