Rabu, 15 April 2026

Belajar di Kelas Rawan Ambruk

Murid SD Cigorowong 3 Waswas Tiap Sekolah, Mereka Belajar di Ruangan yang Rawan Ambruk

Para murid SD Cigorowong 3 Waswas tiap sekolah. Mereka belajar di ruangan yang rawan ambruk.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Murid kelas III SD Cigorowong 3 melaksanakan KBM disela-sela tiang-tiang bambu penyangga agar atap tidak ambruk, Selasa (4/2/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Miris dan mengenaskan. Itulah kata yang pas untuk menggambarkan nasib SD Cigorowong 3, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Senin (3/2/2020) sore, dua ruang kelas rusak tertimpa pohon albasia yang roboh.

Ternyata, dua ruang kelas lagi kondisinya sejak lama mengkhawatirkan, atapnya nyaris ambruk tapi tetap digunakan.

Sehingga murid-murid di dua kelas itu, terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam bayang-bayang atap ambruk.

Kedua ruangan yang digunakan KBM kelas II dan III itu kondisinya sudah membahayakan.

Langit-langit kelas sudah menggayut.

Seorang guru SD Cigorowong 3 mendobrak langit-langit yang jebol untuk mengeluarkan serpihan genting yang masih tersisa dilangit-langit agar tak menimpa anak-anak, Selasa (4/2/2020). Sehari sebelumnya pohon albasia roboh dan menimpa atap dua ruang kelas sekolah itu.
Seorang guru SD Cigorowong 3 mendobrak langit-langit yang jebol untuk mengeluarkan serpihan genting yang masih tersisa dilangit-langit agar tak menimpa anak-anak, Selasa (4/2/2020). Sehari sebelumnya pohon albasia roboh dan menimpa atap dua ruang kelas sekolah itu. (tribunjabar/firman suryaman)

Agar masih bisa digunakan, pihak sekolah menopang kuda-kuda langit-langit dengan sejumlah tiang bambu.

Menurut pantauan Tribun Jabar di lokasi, Selasa (4/2/2020), setiap ruangan sedikitnya ditopang oleh tujuh tiang bambu.

Murid-murid dan guru terpaksa melaksanakan KBM di sela-sela tiang bambu.

Kepala SD Cigorowong 3, Ahmad, mengatakan, kondisi atap dua ruang kelas itu sudah membahayakan.

Jika tidak ditopang tiang bambu, dikhawatirkan ambruk dan menimpa anak-anak.

"Sudah dua bulan kami topang dengan bambu. Jika tidak ditopang, kami khawatir tiba-tiba atap kedua kelas itu ambruk pada saat sedang melaksanakan KBM," kata Ahmad.

Genting bangunan SD Cigorowong 3 Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, bolong-bolong tertimpa pohon, menyusul hujan lebat disertai angin kencang, Senin (3/2).
Genting bangunan SD Cigorowong 3 Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, bolong-bolong tertimpa pohon, menyusul hujan lebat disertai angin kencang, Senin (3/2). (istimewa)

Ia menambahkan, kedua ruang kelas yang digunakan untuk kelas II dan III itu terakhir direhab sekitar tahun 2014.

"Saya baru satu tahun tugas di sini. Tapi kata teman-teman guru terakhir direhab tahun 2014. Direhab oleh pemborong," ujar Ahmad.

Dia mengharapkan dinas terkait segera turun tangan, karena khawatir atap ambruk walau sudah ditopang sejumlah bambu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved