Belajar di Kelas Rawan Ambruk
Murid SD Cigorowong 3 Waswas Tiap Sekolah, Mereka Belajar di Ruangan yang Rawan Ambruk
Para murid SD Cigorowong 3 Waswas tiap sekolah. Mereka belajar di ruangan yang rawan ambruk.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Miris dan mengenaskan. Itulah kata yang pas untuk menggambarkan nasib SD Cigorowong 3, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.
Senin (3/2/2020) sore, dua ruang kelas rusak tertimpa pohon albasia yang roboh.
Ternyata, dua ruang kelas lagi kondisinya sejak lama mengkhawatirkan, atapnya nyaris ambruk tapi tetap digunakan.
Sehingga murid-murid di dua kelas itu, terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam bayang-bayang atap ambruk.
Kedua ruangan yang digunakan KBM kelas II dan III itu kondisinya sudah membahayakan.
Langit-langit kelas sudah menggayut.
Agar masih bisa digunakan, pihak sekolah menopang kuda-kuda langit-langit dengan sejumlah tiang bambu.
Menurut pantauan Tribun Jabar di lokasi, Selasa (4/2/2020), setiap ruangan sedikitnya ditopang oleh tujuh tiang bambu.
Murid-murid dan guru terpaksa melaksanakan KBM di sela-sela tiang bambu.
Kepala SD Cigorowong 3, Ahmad, mengatakan, kondisi atap dua ruang kelas itu sudah membahayakan.
Jika tidak ditopang tiang bambu, dikhawatirkan ambruk dan menimpa anak-anak.
"Sudah dua bulan kami topang dengan bambu. Jika tidak ditopang, kami khawatir tiba-tiba atap kedua kelas itu ambruk pada saat sedang melaksanakan KBM," kata Ahmad.
Ia menambahkan, kedua ruang kelas yang digunakan untuk kelas II dan III itu terakhir direhab sekitar tahun 2014.
"Saya baru satu tahun tugas di sini. Tapi kata teman-teman guru terakhir direhab tahun 2014. Direhab oleh pemborong," ujar Ahmad.
Dia mengharapkan dinas terkait segera turun tangan, karena khawatir atap ambruk walau sudah ditopang sejumlah bambu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sd-cigorowong-3-kbm-di-kelas-bertiang-bambu.jpg)