Mayat ABG di Gorong Gorong

Pemakaman Remaja Tasik yang Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Sekolah, Tangis Sang Ibu Pecah

Isak tangis Wati Candrawati (46) pecah saat pemakaman Desi Sulistina (13) alias Delis, putri sulungnya, Rabu (29/1/2020).

Pemakaman Remaja Tasik yang Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Sekolah, Tangis Sang Ibu Pecah
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Sejumlah kerabat berupaya menenangkan Wati Candrawati (46), ibu kandung Desi Sulistina (13) alias Delis, saat pemakaman jenazah Delis di pemakaman Lewo, tak begitu jauh dari rumah Wati di Kampung Sindangjaya, Desa Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (29/1/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Isak tangis Wati Candrawati (46) pecah saat pemakaman Desi Sulistina (13) alias Delis, putri sulungnya, Rabu (29/1/2020).

Delis ditemukan tewas di dalam gorong-gorong depan sekolahnya, SMPN 6, Jalan Cilembang, Kota Tasikmalaya, Senin (27/1/2020) sore.

Jenazah Delis dimakamkan di pemakaman Lewo, tak begitu jauh dari rumahnya di Kampung Sindangjaya, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi. Ratusan pelajar, guru serta warga ikut mengantar jenazah.

Wati yang didampingi sejumlah anggota keluarga ikut ke pemakaman. Awalnya ia tampak tenang. Bahkan sesampainya di komplek pemakaman, ia sempat diwawancara dan menjawab secara lugas.

Remaja Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Sekolah, SMPN 6 Kota Tasik Gelar Salat Jenazah

Namun saat jenazah Delis akan dimasukkan ke liang lahat, tiba-tiba Wati menangis tak kuasa menahan kesedihan.

Suasana iba dan haru pun menyelimuti proses pemakaman yang terus dilaksanakan.

Sejumlah kerabat segera menenangkan Wati dan didudukkan tak jauh dari liang lahat Delis. Wati masih tetap menangis membuat yang lainnya ikut menitikkan air mata.

Selama ini Wati menghidupi dirinya sendiri bersama Delis dan anak bungsunya, dengan berjualan lontong di Pasar Induk Cikurubuk.

Sudah lama ia bercerai dengan suaminya yang menikah lagi dengan perempuan lain.

Setelah cukup lama menumpahkan kesedihannya, tangis Wati mulai reda.

Tak ada kata-kata dari mulutnya, selain cucuran air mata yang terus disibakkan oleh kain kerudungnya.

Ade Munir, tokoh warga setempat, mengatakan, warga Kampung Sindangjaya ikut berduka dan prihatin atas nasib tragis yang menimpa Delis.

"Dia anak yang baik. Bahkan bisa dibilang salehah. Jarang nakal apalagi main-main jauh. Tiap maghrib selalu ke masjid untuk ikut salat berjamaah dilanjutkan ngaji Alquran," ujar Ade.

Misteri Mayat ABG di Gorong-gorong di Tasik, Dibuang di Depan Sekolahnya dan Pengakuan Sang Bapak

Fakta-fakta Misteri Mayat ABG Ditemukan di Gorong-gorong di Tasik, Beredar Kabar Organ Vital Hilang

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved