Selama Musim Hujan, Petani Tembakau di Sumedang Khawatir Tembakau Menghitam

Menurut para petani tembakau asli di daerah Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, musim hujan berpengaruh besar terhadap pengerjaan tembakau.

Selama Musim Hujan, Petani Tembakau di Sumedang Khawatir Tembakau Menghitam
Tribun Jabar/Seli Andina
Enong (60), petani tembakau sedang menjemur tembakau di daerah Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Sabtu (18/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Musim hujan rupanya mempengaruhi produksi tembakau khas daerah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Menurut para petani tembakau asli di daerah Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, musim hujan berpengaruh besar terhadap pengerjaan tembakau.

"Berpengaruh pisan (sekali) musim hujan pada tembakau, apalagi kalau terus-terusan hujan dan mendung," ujar Enong (60), petani tembakau, ketika ditemui di tempat penjemuran tembakau, Sabtu (18/1/2020).

Selama musim hujan, ucap Enong, petani tembakau kesulitan untuk menjemur tembakau hingga kering.

Tembakau memang perlu dipotong-potong kemudian dijemur hingga berwarna coklat sebelum siap dijual ke pasaran.

Potensi Tembakau Jabar Sangat Besar dan Berkualitas Ekspor

Cukai Tembakau Akan Naik, DBHCT Pun Naik, Tapi Petani Tidak Akan Ada Keuntungan Berarti

"Biasanya kalau cuaca bagus, kan penjemuran itu cukup sebulan. Kalau musim hujan mah susah," ujar Enong.

Di musim hujan, para petani terpaksa menjemur tembakau hingga sekitar dua bulan, itu pun belum tentu kering atau gagal.

"Jadi lebih banyak tembakau yang menghitam karena menjemurnya tidak pas, itu kan gagal," ujarnya.

Bila tembakau menghitam, harga jualnya pun turun drastis, bahkan dihargai setengah dari harga tembakau biasa pun sudah bagus.

"Makanya musim hujan mah ripuh buat penghasil tembakau mah," ujarnya.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved