Breaking News:

Cukai Tembakau Akan Naik, DBHCT Pun Naik, Tapi Petani Tidak Akan Ada Keuntungan Berarti

Kebijakan kenaikan cukai tembakau sebesar 23 persen pada 1 Januari 2020 akan berimbas pada kenaikan dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT),

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
tribunjabar/mega nugraha
Ilustrasi: Petani tembakau di Nagreg 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebijakan kenaikan cukai tembakau sebesar 23 persen pada 1 Januari 2020 akan berimbas pada kenaikan dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT), setidaknya untuk Kabupaten Bandung.

‎"Kenaikan cukai tembakau tahun depan akan berdampak pada peningkatan DBHCT Kabupaten Bandung 2020. Untuk tahun ini kan DBHCT-nya sampai Rp 13 miliar," ujar ‎Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Bandung, Sambas saat dihubungi pada, Senin (16/9/2019).

Pengaturan DBHCT diatur di Peraturan Menteri Keuangan.

DBHCT menurut peraturan itu, diharuskan sekurang-kurangnya mengalokasikan 50 persen untuk urusan kepentingan publik.

Kabupaten Bandung Terancam Kehilangan Rp 37 Miliar dari Bagi Hasil Cukai Tembakau, Gara-gara Ini

Rokok Elektrik Berpotensi Ancam Keberlangsungan Petani Tembakau

Sisanya, baru untuk pemberdayaan dan produksi tembakai.

Kata dia, sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung selama ini dikenal sentra pertanian tembakau.

Salah satunya Kecamatan Cicalengka, Nagreg, Cikancung, Paseh hingga Pacet.

Para petani tembakau di wilayah itu, ‎tidak akan merasakan keuntungan yang berarti dengan naiknya cukai tembakau.

"Jika kenaikan cukai tembakau itu untuk menutup defisit urusan kesehatan, maka peningkatan DBHCT itu tentunya akan menambah alokasi urusan umum, untuk petaninya bisa saja tidak mengalami perubahan," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved