Ridwan Kamil Pastikan Pemprov Jabar Sudah Siapkan Tempat untuk Alumni Wyata Guna

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap memberi perhatian kepada

Ridwan Kamil Pastikan Pemprov Jabar Sudah Siapkan Tempat untuk Alumni Wyata Guna
Tribunjabar.id/Nazmi Abdurrahman
Puluhan penyandang disabilitas tuna netra, nekat bertahan menggunakan tenda darurat di depan Balai Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (15/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap memberi perhatian kepada para mahasiswa tunanetra yang bertahan di halte depan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyataguna, Kota Bandung, sejak Selasa (14/1/2020).

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tempat di panti bagi mereka yang dinyatakan habis masa layanannya di balai tersebut. Walaupun sudah dibujuk untuk tinggal di fasilitas Pemprov Jabar di Cimahi tersebut, puluhan mahasiswa ini menyatakan tetap bertahan.

"Kita sudah mediasi dan Pemprov Jabar sebagai bukan pihak berperkara, mencoba memberikan solusi dan sudah diberikan solusi. Ada tempat pengganti di Cibabat, transportasi kita urus lewat Dishub, makanan dijamin, tapi dari pihaknya kan menolak, ingin menegosiasikan ini langsung dengan Kementerian Sosial," kata Emil di Bandung, Kamis (16/1/2020).

Emil mengatakan komunikasi pun terus dilakukannya dengan pihak balai, Kementerian Sosial, dan para mahasiswa tersebut. Termasuk Menteri Sosial RI pun, katanya, juga telah menelpon Emil untuk mencari solusi kejadian tersebut.

Teja Paku Alam Merapat, Deden Natshir dan Aqil Savik Dibuang ke Bandung Blitar United

"Ya nanti kita lihat. Karena posisi utamanya kami tidak bisa mengambil keputusan. (Menteri berkata) tetap sesuai rekomendasi kepala balai. Alasan dari Menteri kan yang ngantri mau sekolah, yang mau memanfaatkan itu banyak, tapi tempat terbatas, karena perubahan panti ke balai ini mengakibatkan balai ini tidak ada yang namanya permanen, semuanya sifatnya menjadi pendidikan pelatihan sebulan sampai enam bulan. Kalau di Cibabat bisa selamanya kalau mau, bentuknya kan panti," katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial telah menyiapkan tiga wisma di Panti Disabilitas untuk menampung para mahasiswa yang tidur di halte depan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyataguna.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jabar Adun Abdullah Syafii mengatakan wisma tersebut berkapasitas 35 orang.

Pakar Hukum Bongkar Peran Megawati dan Hasto Ganti Paman Puan Maharani dengan Harun Masiku

"Pemprov melalui Dinsos Jabar sudah mengantisipasi punya rencana kontijensi ketika peraturan kementerian sosial diterapkan. Sekarang masalahnya kemanusiaan. Pak Wagub sudah ke sana, Pak Sekdis ke sana dalam posisi sekarang Dinsos sudah menyiapkan ruangan untuk mereka kapasitas untuk 35 orang di Panti Disabilitas," ujar Adun.

Adun mengatakan berbagai upaya telah disiapkan Pemprov Jabar untuk mengantisipasi segala kemungkinan dalam polemik antara Kementerian Sosial dan para mahasiswa yang tingga di asrama.

"Sebetulnya dari dulu juga kita sudah siap karena ada empat orang usia SMP dan SMA dari Wyataguna yang sudah di sini dan mereka betah. Ini yang sekarang mahasiswa nih yang rame itu. Kita tidak menelantarkan mereka, kita sudah merespons sejak lalu," tutur Adun.

Pemprov Jabar juga telah melayangkan permohonan pengelolaan Wyataguna beberapa waktu lalu. Namun, Kementrian Sosial tidak bisa memenuhi permintaan Pemprov Jabar tersebut.

"Ya kalau umpanya permohonan Pak Gubernur dipenuhi ini kan tuntutan masyarakat tunanetra dan eksponen alumni keinginannya tetap di sana sambil menunggu kebijakan Kemensos untuk digunakan (dikelola) oleh Pemprov. Kalau pun lahan baru saya gak tahu itu bagian aset," katanya.

PSS Sleman Resmi Tunjuk Eks Asisten Xavi Hernandes, Eduardo Perez, untuk Gantikan Seto Nurdiantoro

Diberitakan sebelumnya, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyataguna Bandung, Sudarsono, menjelaskan aksi 32 mahasiswa tunanetra yang tidur di halte dan trotoar di depan BRSPDSN Wyata Guna Bandung.

Menurut Sudarsono, 32 mahasiswa yang melakukan aksi tidur di halte dan trotoar merupakan pihak yang terimbas Peraturan Menteri Sosial (Permensos) nomor 18 tahun 2018 yang membuat status panti sosial bina netra yang disandang Wyata Guna telah berubah nomenklatur menjadi balai rehabilitasi.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved