Lingkungan Tertata Bersih, Kampung Cibunut Jadi Percontohan Pemukiman Padat Penduduk di Bandung
RW 07, di kampung Cibunut, Kelurahan Sumur Bandung, Kota Bandung, dijadikan percontohan dalam pengelolaan lingkungan di kawasan pemukiman padat pendud
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.
TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - RW 07, di kampung Cibunut, Kelurahan Sumur Bandung, Kota Bandung, dijadikan percontohan dalam pengelolaan lingkungan di kawasan pemukiman padat penduduk.
RW 07 terbagi dalam 10 RT dengan total sekitar 530 Kelapa Keluarga atau hampir 1.900 jiwa.
Meski tinggal di daerah padat, Kampung Cibunut jauh dari kesan kumuh.
Ketua RW 07, Herman Sukmana, mengatakan bahwa program Cibunut Berwarna sudah dimulai sejak 2015. Awalnya dengan sosialisasi kepada warga tentang pengelolaan sampah.
"Awalnya karena kami ingin punya lingkungan yang bersih dan tertata, karena umumnya di Kota Bandung ligkungan padat kan seperti ini, gang sempit. Berawal dari situ, kami ingin lingkungan padat ini terkelola dengan baik, ada pengelolaan dan pengolahan sampahnya," ujar Herman, saat ditemui di Kampung Cibunut, Kota Bandung, Kamis (16/1/2020).
• Fakta Baru Pria Dibakar di Hotel di Karawang, Ada Video Pembakaran untuk Intimidasi Keluarga Korban
Dalam pikiran Herman, saat itu Ia hanya ingin lingkungannya tidak kumuh dan warganya dapat memilah sampah, agar lingkungan padat penduduk itu bersih dari sampah.
"Dulu belum menciptakan Cibunut Berwarna, fokus pada pengelolaan sampah, penghijauan, dan bank sampahnya. Gerakannya dimulai dari pemilahan sampah dari rumah, untuk mempermudah pengolahannya," katanya.
Herman mengaku sebenarnya tidak sulit mengajak warga untuk mengelola sampah dengan baik. Sebab, banyak mendapat dukungan dari pengurus RT dan warga yang tinggal di sana.
"Mengajak masyarakat itu tidak sulit, karena saya selama ini selalu turun tangan, dibantu sama karang taruna pengurus RT, ada juga kolaborasi dengan Dinas dan Komunitas," ucapnya.
• Awal Mula Keraton Agung Sejagat, Kemunculannya Bikin Gaduh, Ini Pengakuan Rajanya yang Kini Ditahan
Saat ini, setiap rumah di kampung Cibunut sudah tidak lagi memproduksi sampah. Sampah anorganik telah disalurkan ke Bank Sampah.
Sedangkan sampah organik dimasukkan ke dalam biopori sehingga menjadi pupuk yang bermanfaat.
Setiap Kamis, warga Cibunut memiliki rutinitas memilah sampah di Bank Sampah.
Setiap kemasan plastik dipisahkan, mana bagian yang bisa dijual, didaur ulang, atau dimanfaatkan menjadi kerajinan.
Dalam satu minggu, satu bank sampah itu bisa menghasilkan sekitar dari 200 kg.
"Dulu seperti pada umumnya saja tidak ada pemilahan sampah, dimulai dari RT 05 sebagai percontohan, berjalan ke RT lain. Anak-anak di sini juga suka menabung di bank sampah, dua kilo sampah kami hargai Rp.2ribu, dan Alhamdulillah anak-anak di sini sudah teredukasi," ucapnya.
• Pembakaran Pria di Karawang, 40 Adegan Diperagakan, Saat Membakar Ada Tersangka yang Merekam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/herman-sampah.jpg)