Jejak Kejayaan Jalur Kereta Api Rancaekek-Tanjungsari, Terekam Jadi Nama Jalan, Warga Menyebutnya SS

SS adalah akronim dari stat spoor, istilah dalam bahasa Belanda, berarti jalan kereta api. Dulu, kawasan SS di Tanjungsari bagian dari Staatspoorwegen

sumber https://jatinangorkec.sumedangkab.go.id
pembangunan jalur kereta api Jatinangor-Tanjungsari 

Bila melintas di sore hari, maka jalan utama SS ini nampak "hidup" dan ramai. Para ibu berkumpul dan saling mengobrol di salah satu sudut jalan, sementara para pemuda berkumpul di bengkel sepeda di bagian depan lingkungan SS.

Beberapa anak kecil biasanya berlarian dengan plastik berisi kelereng ataupun mainan kecil di tangan.

Meski dikenal dengan sebutan SS, tak banyak warga yang tahu kepanjangan dari SS. Jangankan warga yang tinggal di luar kawasan tersebut, mereka yang sedari kecil tinggal di sana pun hanya sedikit yang mengetahuinya.

Mereka yang tahu, kebanyakan sudah lanjut usia.

SS adalah akronim dari stat spoor, istilah dalam bahasa Belanda, yang berarti jalan kereta api. Dulu, kawasan SS di Tanjungsari adalah bagian dari Staatspoorwegen (SS), atau lengkapnya, Staatspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indie (SS en T).

Kini Lebih Nyaman, Tahura Gunung Palasari Sumedang Jadi Banyak Dikunjungi Wisatawan

SDN Sukawening Sumedang Batal Digusur, Semula Bakal Direlokasi Imbas Tol Cisumdawu

Lingkungan ini dulunya merupakan jalur kereta api tua zaman Hindia-Belanda yang sudah tidak digunakan lagi sejak zaman penjajahan Jepang.

Sejarah SS ini diceritakan turun temurun di antara warga Kecamatan Tanjungsari, terutama warga asli sekitar Lingkungan SS.

Hendar (50), salah seorang warga Lingkungan SS yang bekerja di Kantor Desa Tanjungsari, mengatakan informasi mengenai sejarah SS memang kebanyakan didapatkan dari cerita turun temurun.

Tak banyak artikel maupun buku referensi yang membahas mengenai sejarah jalur kereta api tua Rancaekek-Tanjungsari tersebut.

“Mendengar dari orangtua yang mengalami langsung. Kalau yang masih mengalami mah sudah tidak ada, sudah sepuh-sepuh semua kan, itu dulu sekali,” ujar Hendar ketika ditemui di Kantor Desa Tanjungsari, Selasa (14/1/2020).

Halaman
1234
Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved