Rabu, 22 April 2026

Sungai Citepus Bandung Kondisinya Parah, Curah Hujan 20 Mm, Bisa Banjir Pasteur Hingga Pagarsih

Sungai Citepus Bandung kondisinya parah. Curah hujan 20 milimeter, bisa banjir dari Pasteur hingga Pagarsih.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: taufik ismail
TRIBUN JABAR/DONY INDRA RAMADAN
Petugas dan warga sekitar bergotong royong menarik bangkai mobil Toyota Avanza yang ditemukan di Sungai Citepus RT 09/03 Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Kamis (10/11/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Curah hujan hingga 50 milimeter per jam di Bandung Raya diprediksi BMKG akan terjadi usai berakhirnya Badai Tropis Claudia di Australia.

Cuaca cerah di Bandung Raya beberapa hari terakhir karena pengaruh badai tersebut.

Tony Agus Wijaya Kepala BMKG Bandung menyebut, kondisi curah hujan di atas 50 milimeter per jam di Bandung termasuk hujan lebat dan berpotensi banjir‎.

Di sisi lain, ‎Kepala Operasi dan Pengendalian Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS), M Dian, mengatakan, banjir di Kota Bandung tidak lepas dari kondisi sub daerah aliran sungai yang ada.

Satu di antaranya Sungai Citepus yang berada di barat Kota Bandung, memanjang dari Gegerkalong, Sukajadi, Pasteur, Pagarsih hingga bermuara di Sungai Citarum.

Lalu Sungai Cikapundung yang berada di tengah Kota Bandung, memanjang dari utara, yakni dari Dago, Tamansari, kawasan Alun-alun Bandung dan bermuara di Sungai Citarum di selatan Kota Bandung.

Lalu Sungai Cipamokolan di timur Kota Bandung yang memanjang dari pegunungan di Cimenyan, Cicaheum, Antapani, Gedebage dan bemruara di Sungai Citarum.

"Ketiga sub DAS itu terdiri dari banyak juga aliran air. Tapi yang terparah itu sub DAS Citepus," ujar Dian di Mapolrestabes Bandung, Selasa (14/1/2020).

Menurutnya, sepanjang aliran Sungai Citepus, semuanya sudah beralih fungsi jadi bangunan. Air tidak bisa lagi meresap ke tanah. BBWS sependapat dengan rumusan BMKG soal penyebab banjir.

"Saat hujan deras, air melimpah ke sungai. Laju run off air jadi cepat. Sungai tidak bisa menampung air hingga akhirnya melimpah ke jalan," kata dia.

Jika curah hujan mencapai 50 milimeter per jam di Bandung, itu berpotensi banjir.

Namun di wilayah Citepus, curah hujan di bawah 50 milimeter saja bisa berpotensi banjir di kawasan Pasteur, Pagarsih hingga kawasan Pajagalan.

"‎Curah hujan kan satuannya milimeter. Biasanya pengalaman di tempat lain, di cekungan Bandung, hujan di atas 50 milimeter potensi banjir. Tapi khusus Sungai Citepus dan anak sungainya, Cianting, 20 sampai 25 milimeter saja air sungai meluap dan potensi banjir," kata dia.

Kata Dian, itu tidak lepas dari ‎kondisi Sungai Citepus dan Sungai Cianting yang anak sungainya banyak berubah.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved