Buntut Pemasangan Patok PT KAI di Jatinangor, Petani Mengaku Sawah Miliknya Kena Patok

Buntut pemasangan patok PT KAI di Jatinangor, petani mengaku sawah miliknya kena patok.

Buntut Pemasangan Patok PT KAI di Jatinangor, Petani Mengaku Sawah Miliknya Kena Patok
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Patok PT KAI sudah dipasang di jalur kereta api Tanjungsari-Jatinangor. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Para petani di Desa Cilayung dan Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mengakui sebagian tanah yang mereka garap memang merupakan tanah milik PT KAI.

Hal ini disampaikan salah satu petani, Didin (60), ketika ditemui Tribun Jabar di sawahnya, Selasa (14/1/2020).

"Ya, memang sebagian tanah yang digarap ini bukan tanah kami, tanah negara lah," ujar Didin.

Meski begitu, Didin mengaku pemasangan patok pun dilakukan di tanah yang menurutnya tanah milik, bukan tanah pemerintah.

Keberadaan patok beton berwarna biru putih dengan bertuliskan PT KAI di kawasan perbatasan Dusun Pamagersari yang biasa disebut Lingkungan SS, Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Rabu (4/12/2019).
Keberadaan patok beton berwarna biru putih dengan bertuliskan PT KAI di kawasan perbatasan Dusun Pamagersari yang biasa disebut Lingkungan SS, Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Rabu (4/12/2019). (Tribun Jabar/Seli Andina Miranti)

"Misal, saya, kan, punya 90 tumbak (sekitar 1260 meter persegi), nah 10 tumbak (140 meter persegi)nya itu beunang (kena) ku patok," ujar Didin.

Didin sendiri mengaku tidak tahu harus mengurus permasalahan patok PT KAI tersebut pada siapa.

"Saya tidak tahu, paling ke desa saja," ujarnya.

Warga Terkejut, Patok PT KAI Sudah Dipasang di Jalur Kereta Api Lama Tanjungsari-Jatinangor

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved