Begini Cara Membuat Dodol Cina Khas Jatiwangi Majalengka
Menjelang perayaan tahun baru Cina atau Imlek, para pengrajin kue keranjang atau dodol Cina dibanjiri orderan.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Menjelang perayaan tahun baru Cina atau Imlek, para pengrajin kue keranjang atau dodol Cina dibanjiri orderan.
Pasalnya, dodol Cina merupakan kudapan yang tidak dapat dipisahkan dari perayaan Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020.
Ibang (63), satu-satunya pengrajin dodol Cina asal Jatiwangi tepatnya di Blok Posong, Desa Mekarsari, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka itu sejak awal bulan Januari dirinya telah menerima orderan dodol yang melimpah.
Ia mengaku, dapat membuat dodol Cina setiap harinya sebanyak 1 kwintal dodol atau sekitar 300 dodol.
Ibang menjelaskan, dimulai dari menggiling beras ketan di mesin penggilingan yang sudah disediakan hingga benar-benar halus.
• Ahli Forensik Bicara Soal Tanda Biru-biru di Tubuh Lina Mantan Istri Sule, Ada Dua Kemungkinan
Selain itu, cairan gula juga perlu disiapkan yang sebelumnya telah dicampurkan dengan air mendidih dan daun pandan.
Setelah beras ketan menjadi halus, campurkan dengan gula cair di suatu wadah.
Proses selanjutnya, aduklah bahan tersebut hingga menjadi sebuah adonan.
Lalu, masukkan adonan tersebut di wadah kecil atau wadah yang telah disediakan.
Hingga akhirnya, dikukus kurang lebih dari 12 jam, sampai warna dodol menjadi cokelat.
Pada satu tungku, terdapat 200-an dodol yang dikukus.
• 8 Fakta Pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin, Otak Pembunuhannya Istri Sendiri, Motifnya Asmara
Dalam waktu pengukusan, tungku itu pun tidak boleh pernah berhenti mengukus.
Menurut Ibang, produksi tersebut harus terus dipertahankan, mengingat kualitas rasa dodol harus diutamakan.
"Kalau api saat pengumuman mati, citra rasa akan berbeda, bisa jadi kita akan mengulanginya lagi prosesnya dari awal dan pengukusan dianggap gagal," ujar Ibang.