Pantai Santolo Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan di Garut Selama Libur Natal Tahun Baru

Destinasi wisata Pantai Santolo di Kecamatan Cikelet jadi tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan selama libur Natal dan tahun baru.

Pantai Santolo Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan di Garut Selama Libur Natal Tahun Baru
M. Syarif Abdusalam
Ilustrasi: Pantai Santolo di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Destinasi wisata Pantai Santolo di Kecamatan Cikelet jadi tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan selama libur Natal dan tahun baru. Jumlah kunjungannya mencapai 34.901 orang.

Kabid Pemasaran Disparbud Garut, Evi Anshori, mengatakan, Pantai Santolo masih jadi favorit untuk dikunjungi. Setiap tahun, Santolo selalu jadi tujuan wisatawan dari berbagai daerah.

"Wisata pantai masih menjadi tempat yang paling menarik wisatawan pada liburan kemarin. Selain warga Garut, banyak juga yang berasal dari Bandung," ucap Evi, Kamis (9/1).

Evi menambahkan, selain Pantai Santolo, Taman Wisata Alam Gunung Papandayan jadi lokasi kedua yang banyak dikunjungi. Papandayan sudah menjadi salah satu ikon wisata di Garut.

"Jumlah kunjungan ke Papandayan mencapai 33.515 selama libur akhir tahun. Pengelolaannya kini lebih baik, jadi banyak dikunjungi," katanya.

Ia menyebut, wisata pantai di selatan Garut masih jadi lokasi favorit. Selain Santolo, Pantai Sayangheulang dan Rancabuaya juga jadi tujuan wisatawan.

"Sayangheulang juga sudah mendapat penataan. Ada 20.716 orang yang datang ke Sayangheulang," ujarnya.

Dari sejumlah tempat wisatawan di Kabupaten Garut, total wisatawan pada libur akhir tahun mencapai 169.847 orang. Pihaknya menargetkan jumlah kunjungan wisawatan semakin bertambah pada 2020.

"Beberapa lokasi wisata juga terus mendapat perbaikan fasilitas. Biar memanjakan wisatawan untuk kembali datang lagi," katanya.

Meski dikunjungi ratusan ribu wisatawan, lama tinggal di Garut belum terlalu lama. Rata-rata wisatawan yang datang hanya dua hari satu malam.

"Kami targetnya lama tinggal bisa tiga hari dua malam. Seperti di Bali atau Yogyakarta," ucapnya. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved