2 Marga Meninggal Akibat DBD, Dinkes Ciamis Fogging 2 RW di Mekarmukti Cisaga

Dinkes Ciamis melakukanfogging di RW 11 dan RW 10 Dusun Sukamenak guna memutus dua siklus perkembangbiakan nyamuk perantara penularan DBD

2 Marga Meninggal Akibat DBD, Dinkes Ciamis Fogging 2 RW di Mekarmukti Cisaga
syarif pulloh anwari/tribun jabar
Petugas sedang melakukan fogging (pengasapan) kerumah warga dalam mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah RW1, Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Senin (4/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS- Dinkes Ciamis menurunkan tim PE (penyelidikan epidemiologi) ke Dusun Sukamenak, Desa Mekarmukti Cisaga untuk menelusuri kasus demam berdarah (DBD) yang sudah mengakibatkan dua warga setempat meninggal dunia.

Selain itu, Dinkes Ciamis juga menurunkan petugas untuk melakukan pengasapan (fogging) di RW 11 dan RW 10 Dusun Sukamenak guna memutus dua siklus perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti (nyamuk perantara penularan DBD).

“Tadi siang (Jumat 10/1) sudah dilakukan pengasapan (fogging) di dua RW di lokasi kasus. Pekan depan akan dilanjutkan pengasapan di seluruh Desa Mekarmukti,” ujar Kepala Dinkes Ciamis dr H Yoyo kepada Tribun, Jumat (10/1/2020).

Di samping melakukan fogging, pihak Dinkes Ciamis meminta aparat desa setempat menggerakkan warganya untuk melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak dan berkelanjutan.

Untuk memutus mata rantai penularan DBD. Berikut mengoptimalkan kegiatan berburut jentik nyamuk di setiap rumah masing-masing.

Tidak hanya mengandalkan fogging untuk memutus dua siklus perkembang biakan nyamuk aedes aegypti. Bila gerakan PSN tidak dioptimalkan dikhawatirkan penularan DBD akan berlanjut.

Masuk Musim Hujan, Waspadai DBD, Tiga Warga Meninggal di Ciamis dan Banjar

Siaga DBD, Dinkes KBB Minta Warga Tidak Membiarkan Genangan Air

Selain itu pihak Dinkes Ciamis juga berinisiatif melakukan kerja sama pemberantasan penularan DBD yang telah mengakibatkan dua warga Cisaga meninggal dunia tersebut.

Mengingat sebagian besar warga Cisaga melakukan aktivitas di Kota Banjar, baik itu aktivitas ekonomi, sekolah dan kegiatan lainnya karena kedua daerah tersebut berbatasan langsung.

“Kami juga akan melakukan kerjasama dengan Dinkes Banjar dalam upaya-upaya penanggulangan DBD ini,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved