Ridwan Kamil Sebut Logistik ke 13 Desa Terisolasi di Bogor Sudah Bisa Disalurkan dalam 3 Hari
Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan, 10 dari 13 desa terisolasi akibat banjir dan longsor di Kabupaten Bogor, sudah dapat diakses.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan bahwa pembahasan penanganan pascabencana banjir dan longsor telah dilakukan secara konprehensif dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri, kepala daerah, dan instansi lainnya tersebut.
Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan, 10 dari 13 desa terisolasi akibat banjir dan longsor di Kabupaten Bogor, sudah dapat diakses.
Dia pun memastikan pada dua hari ke depan, tiga desa lainnya yang masih terisolasi bisa diakses.
Dengan begitu, bantuan logistik ke-13 desa itu sudah mulai tersalurkan.
"70 persen yang terisolasi sekarang sudah terbuka dan sisa dua hari lagi bisa 100 persen. Jadi bantuan untuk yang terbuka sudah pakai darat, kecuali yang belum masih pakai helikopter seharinya 3 kali," ucapnya di Bandung, Kamis (9/1/2020).
• Ridwan Kamil Teken SK Tanggap Darurat untuk 6 Kabupaten/Kota, Bisa Beri Bantuan Sampai Rp 6 Miliar
Dalam rapat tersebut, katanya, pihaknya bersama-sama memikirkan penanggulangan bencana secara komprehensif.
Semuanya saling mendengarkan, tukar informasi, dan pemetaan langkah yang harus dilakukan.
"Intinya urusan tanggap darurat harus segera selesai secepatnya dan kita sudah gerak, sekarang memasuki fase pembersihan sisa bencana oleh berbagai pihak," katanya.
Sebelumnya, Ridwan Kamil menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan bencana tanah longsor untuk 6 daerah di Jabar melalui Keputusan Gubernur Jabar bernomor 362/KPP.13-BPBD/2020 terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan tanggal 7 Januari 2020.
Menurut Ridwan Kamil, Presiden Jokowi meminta kepada semua daerah untuk mewaspadai curah hujan tinggi pada 10-11 Januari 2020.
"Kami diminta mengantisipasi tanggal 10-11 Januari. Kemungkinan bakal ada hujan besar, tapi mudah-mudahan tidak sebesar yang tanggal 1 Januari," katanya.
Dalam rapat tersebut, Ridwan Kamil mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk membuat badan koordinasi antar wilayah.
Tujuannya supaya penanganan bencana bisa berjalan cepat dan tepat.