Ridwan Kamil Teken SK Tanggap Darurat untuk 6 Kabupaten/Kota, Bisa Beri Bantuan Sampai Rp 6 Miliar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerbitkan Surat Keputusan Tanggap Darurat Bencana di enam daerah di Jawa Barat
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerbitkan Surat Keputusan Tanggap Darurat Bencana di enam daerah di Jawa Barat yang terdampak banjir dan longsor pada awal tahun 2020.
Surat keputusan ini berlaku selama dua minggu kemudian setelah ditetapkan, Kamis (2/1/2010). Kawasan yang dinyatakan tanggap darurat ini adalah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Bandung Barat.
"Menurut saya kita fokus pada situasi tanggap darurat. Kemarin saya sudah menandatangani surat keputusan tanggap darurat," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini seusai rapat koordinasi di Bandung, Jumat (3/1/2020).
Dengan adanya status tanggap darurat ini, katanya, maka pemerintah akan berikan bantuan dengan total sampai Rp 6 miliar kepada semua daerah tersebut. Dana ini digunakan untuk melakukan recovery dan pertolongan tanggap darurat.
Dana tersebut pun, katanya, juga untuk menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi sampai dua pekan selanjutnya. Karenanya, kata Emil, kewaspadaan harus ditingkatkan di tengah masyarakat Jawa Barat.
• Patut Dicontoh, Saat Warga Bahu-membahu, Berjibaku Selamatkan Bayi dan Ibu Terjebak Banjir Jakarta
"Saya udah kirim pesan kepada seluruh RW melalui Sapa Warga, itulah pentingnya aplikasi Sapa Warga untuk bersiaga memantau info dari BMKG, menginfokan kepada warganya. Pada saat sistem ini sudah berjalan, disampaikan kepada warga yang mungkin terdapak," katanya.
Emil mengatakan secara umum banjir di Jawa Barat ini bagian dari musibah yang terjadi di seluruh Indonesia. Dari catatan dari BNPB dan BMKG, hujan pada malam pergantian tahun 2020 adalah curah hujan terekstrem sejak 2007. Jika normalnya 100 mm, curah hujan saat itu 377 mm.
"Jadi memang pertahanan sistem yang normal ini mengalami banyak kendala. Dalam situasi ini kita tidak usah saling menyalahkan, saya melihat dinamika persepsi dan lain-lain masih didominasi oleh saling menyalahkan kepada siapapun," ujarnya.
• Emak-emak Ini Berani Teriaki Rombongan Tito Karnavian Saat Tinjau Banjir, Pak Minggir Dong Pak
Dukungan Pemprov Jabar untuk masalah bencana ini, katanya, sudah maksimal. Pihaknya berharap karena bencana ini sudah lintas provinsi, harus ada rapat koordinasi oleh pemerintah pusat untuk menaikkan sistem pertahanan kebencanaan.
Evakuasi dan penanganan pengungsi katanya, masih terus dilakukan. Namun sekitar separuh warga terdampak bencana menolak mengungsi dan memilih tinggal di lantai dua rumahnya. Mengenai satu daerah terisolasi di Bogor pun, katanya, sudah mendapat penanganan.