Minggu, 12 April 2026

Isu Megathrust 8,9 SR Sesar Lembang Kembali Merebak Menyusul Rentetan Gempa Besar di Lombok

Pesan tersebut tersebar melalui aplikasi perpesanan instan WhatsApp, baik dari individu ke individu, maupun melalui grup.

Editor: Ravianto
Istimewa
Tangkapan layar pesan berantai hoaks yang menyebut gempa Lombok memicu gempa megathrust. 

TRIBUNJABAR.ID - Lagi, viral pesan berantai sebut gempa Lombok akan memicu gempa megathrust.

Pesan tersebut tersebar melalui aplikasi perpesanan instan WhatsApp, baik dari individu ke individu, maupun melalui grup.

Kini, pihak BMKG sudah meluruskan pesan berantai yang tak jelas kebenarannya itu.

Melalui rilis yang diterima TribunJabar.id, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr Muhamad Sadly menyatakan beberapa poin penting mengenai informasi gempa.

Pertama, ia mengatakan gempa Lombok memiliki sumber gempa yang berbeda dengan sumber gempa megathrust.

Gempa Lombok dibangkitkan oleh Sesar Naik Flores, sedangkan sumber gempa megathrust dibangkitkan oleh aktivitas tumbukan lempeng di zona subduksi.

Karena itu, peristiwa gempa Lombok tak akan memicu aktifnya gempa megathrust, pasalnya keduanya merupakan sumber gempa yang berbeda dengan jarak yang cukup jauh.

 Peringatan Dini Gempa dan Tsunami di Jabar Dipantau 30 Seismograf, Tahun Lalu Tambah 22 Seismograf

"Selain itu kondisi aktivitas kegempaan di Lombok saat ini sudah memasuki kondisi stabil dan tidak akan mempengaruhi sumber gempa megathrust," ujar Muhamad Sadly, dikutip TribunJabar.id, Senin (6/1/2020).

Adapun mengenai potensi gempa kuat di zona megathrust Jawa, saat ini masih merupakan hasil kajian model yang siapapun tidak tahu kapan terjadinya.

BMKG kini hanya meminta masyarakat untuk tak perlu mengaitkan kemungkinan terjadinya gempa kuat yang berdampak di Jakarta.

Ilustrasi gempa bumi.
Ilustrasi gempa bumi. (Pixabay)

"Terkait isu akan terjadinya gempa di kawasan Bandung Utara dan Jakarta akibat aktivitas Sesar Lembang dan Sesar Cimandiri juga berita bohong, untuk itu dimohon masyarakat tidak mempercayainya," ujar Muhamad Sadly.

Di samping itu, informasi lain yang tertulis di pesan berantai tersebut beberapa di antaranya ternyata bohong.

Informasi itu di antaranya adalah soal gempa di Hawai berkekuatan M=8.2, gempa di Fiji M=8.2, gempa Jepang M=6.4, dan gempa Lombok.

 Garut Diguncang Gempa, Ini Doa saat Gempa, Minta Keselamatan, Dibaca Rasulullah, Disyariatkan Islam

"Hasil monitoring BMKG dan lembaga monitoring gempa di dunia pada hari ini tidak mencatat aktivitas gempa tersebut," kata Muhamad Sadly.

Lebih lanjut ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing berita bohong (hoax).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved