Peringatan Dini Gempa dan Tsunami di Jabar Dipantau 30 Seismograf, Tahun Lalu Tambah 22 Seismograf

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan Jawa Barat memiliki total 30 seismograf

Peringatan Dini Gempa dan Tsunami di Jabar Dipantau 30 Seismograf, Tahun Lalu Tambah 22 Seismograf
bmkg
Buoy Tsunami, Alat Pendeteksi Tsunami Indonesia yang Disebut Humas BNPB Tak Beroperasi Sejak 2012 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan Jawa Barat memiliki total 30 seismograf yang dapat mendeteksi getaran gempa sekaligus potensi tsunami di pantai utara dan selatan Jawa Barat.

Tony mengatakan awalnya BMKG di Jawa Barat melaksanakan pengamatan gempa bumi dengan seismograf sebanyak 8 unit. Kemudian pada 2019 bertambah 22 unit seismograf dan semuanya sudah beroperasi.

"Jadi total 30 seismograf beroperasi dengan baik untuk mengamati gempa bumi tektonik," kata Tony melalui ponsel, Senin (6/1/2020).

Tony mengatakan jika gempa tersebut terdeteksi berpotensi tsunami, maka segera pihaknya langsung menyebarkan Info Peringatan Dini Tsunami kepada masyarakat, melalui berbagai moda komunikasi, mulai dari SMS, aplikasi di handphone info BMKG atau WRS BMKG, Jaringan WRS DVB di tiap Kantor BPBD, media sosial, dan website resmi.

Profil Alshad Ahmad Sepupu Raffi Ahmad, Lulusan Unpad, Jadi Pembalap, Rumahnya di Bandung Bak Istana

"Deteksi tsunami adalah dengan seismograf, alat untuk merekam gempa yang menjadi pemicu tsunami," tuturnya.

Walaupun pengabaran informasi dari BMKG selalu up to date melalui berbagai kanal informasinya, katanya, masyarakat diminta tetap siaga bencana jika gempa bumi dirasakan di kawasan pantai.

Jika masyarakat di pantai merasakan gempa yang kuat atau getaran dengan durasi lebih dari 30 detik, ujarnya, maka diharap segera menjauh dari pantai atau menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

"Ini disebut Evakuasi Mandiri. Karena jeda waktu yang singkat antara dirasakannya gempa dan datangnya gelombang tsunami, yaitu sekitar 30 menit," katanya.

Arema FC Beri Tawaran Gaji Tinggi, Merayu-rayu Agar Konate Tidak Pergi, Tapi Belum Deal, ke Persib?

Saat ini di Jawa Barat, menurut Tony, telah beroperasi dengan kondisi baik sebanyak 30 seismograf. Sehingga BMKG bisa dengan cepat menyampaikan informasi gempa dan potensi tsunami, yaitu 5 menit setelah kejadian gempa.

Mengenai beberapa sistem peringatan dini tsunami atau early warning system di sejumlah titik di Jabar yang dilaporkan mengalami kerusakan, kata Tony, alat tersebut adalah sirene informasi tsunami dan bukan milik BMKG.

Namun saat BPBD Jabar melalui Kepala Pusdalops BPBD Jabar Budi Budiman dimintai konfirmasinya mengenai sistem peringatan dini tsunami yang rusak tersebut, dirinya menyatakan alat tersebut pun bukan milik BPBD

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved