2 Warga Terseret Arus Sungai Citanduy, Seorang Selamat yang Lain Masih Dicari, Ini Kronologisnya

Pencarian korban melibatkan 30 orang dari SAR Sawung Galih Majingklak, SAR MTA, BPBD dan SAR Wijayakusumah Cilacap, TNI /Polri dan Tagana Pangandaran

2 Warga Terseret Arus Sungai Citanduy, Seorang Selamat yang Lain Masih Dicari, Ini Kronologisnya
Istimewa
Upaya pencarian warga Pamarican Ciamis yang terseret arus Sungai Citanduy saat menjala ikan di Muara Majingklak Kalupucang Pangandaran, Sabtu (4/1). Pencarian korban melibatkan tim SAR Gabungan dari SAR Sawung Galih Majingklak, SAR MTA, SAR dan BPBD Cilacap, TNI/POlri dan anggota Tagana Pangandaran. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Iing (62) dan Nana (50) warga Dusun Girimulya Rt 38 RW 08 Desa Neglasari Kecamatan Pamarican Ciamis tenggelam terseret arus deras Sungai Citanduy saat menjala ikan di Muara Majingklak, Dusun Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, perbatasan dengan Blok Karanganyar Kawunganten Cilacap, Sabtu  (4/1) pukul 08.00 pagi.

Iing berhasil diselamatkan nelayan dan warga setempat beberapa saat setelah kejadian.

Sementara Nana sampai menjelang magrib Sabtu (4/1) petang belum berhasil ditemukan.

“Tadi sore yang ketemu baru dua buah jala milik kedua korban. Korban Nana belum diketahui nasibnya,” ujar Nana Nay Suryana, Koordinator Forum Tagana Kabupaten Pangandaran, kepada Tribun Sabtu (4/1).

Pencarian korban melibatkan sekitar 30 orang diantaranya dari SAR Sawung Galih Majingklak, SAR MTA, BPBD dan SAR Wijayakusumah Cilacap, TNI /Polri serta Tagana Pangandaran.  

Tagana Pangandaran mengerah 13 anggotanya untuk melakukan pencarian sejak pukul 15.00 yang dipimpin langsung Nana Nay Suryana.

“Kami bawa peralatan berupa pelampung dan bogi boat. Untuk penyisiran lokasi kami menyewa perahu nelayan setempat. Tim Tagana bergabung dengan SAR yang sudah duluan di lokasi melakukan pencarian korban,” katanya.

Pukul 17,00 tim SAR gabungan berhasil menemukan dua jala yang digunakan kedua korban saat kejadian. “Biasanya jala itu diikat di tangan tapi ini jala nya sudah lepas. Berarti korban Nana sudah terserat agak jauh dari lokasi,” jelas Nana Nay.

Menjelang magrib pencarian korban dihentikan karena kondisi cuaca sudah gelap menjelang malam, sementara arus Sungai Citanduy semakin deras dan keruh cukup menjadi kendala pencarian korban.

Halaman
123
Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved