Rabu, 3 Juni 2026

Hujan Menjelang Pergantian Tahun Bukan Hujan Biasa, Begini Analisis Pejabat BNPB

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Tangkapan layar Instagram @rianekkypradipta
Vokalis Dmasiv Rian Ekky Pradipta menerobos banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan salah satu penyebab utama banjir yang melanda kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat bagian utara pada akhir 2019 adalah curah hujan yang sangat tinggi.

Agus mengatakan Jakarta memang sudah sering dilanda banjir besar. Namun kali ini, hujan dengan curah hujan sangat tinggi ini pun terjadi di sejumlah titik lain di Jawa Barat, bahkan sampai Bandung Barat.

"Hujan tahun baru kali ini sangat ekstrem dan melanda sebagian besar Jawa bagian Barat-Utara sehingga menyebabkan banjir besar yg merata di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung Barat, bahkan Cikampek dan Cipali. Hujan kali ini bukan hujan biasa," kata Agus melalui ponsel, Rabu (1/1/2020).

Agus mencontohkan di Jakarta pada 2007 terjadi hujan dengan intensitas rata-rata 340 mm/hari, pada 2008 250mm/hari, pada 2013 100mm/hari, dan pada 2015 sebesar 277mm/hari. Namun berdasarkan data BMKG saat pergantian tahun 2020, pantauan di TNI AU Halim: 377 mm/hari, di Taman Mini 335 mm/hari, dan Jatiasih 259 mm/hari.

Rumah Rian DMasiv Kebanjiran, Terpaksa Terobos karena Harus Kerja, Kulkas dan Barang Lain Hanyut

"BMKG memprediksi masih terjadi hujan pada hari ini sehingga masih mungkin terjadi banjir lagi. BNPB mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang potensi banjirnya akan meninggkat agar evakuasi ke tempat aman terlebih dahulu," katanya.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan di Jawa Barat, selama 31 Desember 2019 hujan dengan intensitas sedang memang terjadi di sejumlah titik. Contohnya di Sukajadi 13.4 mm, di Lembang 15.2 mm, di Pelabuhan Ratu 13.0 mm, Cileunyi 6.0 mm Soreang 29.4 mm, dan Baleendah 36.5 mm.

"Secara umum, seluruh wilayah Jabar sudah masuk musim hujan, merata sejak minggu lalu. Curah hujan tertinggi pada Januari-Februari, potensi bencana banjir, longsor, dan angin kencang meningkat," kata Tony.

Masyarakat bersama pemerintah, katanya, harus mengantisipasi, dimulai dari bersihkan saluran air di dekat rumah agar air tidak meluap jadi genangan atau banjir, juga antisipasi pohon yang tumbuh miring di lereng bukit, dan menjaga kekuatan tanggul.

Banjir Landa Bogor di Hari Pertama Tahun 2020, Seorang Pemuda Tewas Terseret Derasnya Air

Mengenai banjir di Jalan Tol Cipali-Palimanan KM 136 di Indramayu, Tony mengatakan hujan lebat yang terjadi pada sore hari mengakibatkan beberapa ruas jalan Tol Cipali
terendam banjir dan menyebabkan akses jalan mengalami kemacetan.

Ketinggian genangan 15-20 cm menghambat laju kendaraan. Berdasarkan data, memang terjadi hujan intensitas sedang dan lebat di sekitar kawasan tersebut, yakni di Kartajati 42.2 mm dan Jatiwangi
48 mm.

Hal serupa pun terjadi di Ngamprah di Bandung Barat yang menyebabkan banjir bandang. Hujan dengan intensitas sedang sampai lebat turun di kawasan hulu dan akhirnya meluncur ke kawasan yang lebih rendahnya.

Kasi Rehabilitasi BPBD Provinsi Jabar Adwin Singarimbun mengatakan Jabar memang rawan bencana terutama banjir, longsor, dan puting beliung setiap musim hujan.

Selain pemantauan selama 24 jam dari BPBD dan koordinasi kesiapsiagaan bersama 1.800 personel dari pemerintah, TNI/Polri, hingga relawan, Adwin juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi bencana.

Jakarta dan Sekitarnya Diterjang Banjir, Warga Tewas Tersetrum Listrik, di Depok Longsor

"Kepada masyarakat, kami imbau jangan jadi objek, tapi jadi subjek berdaya. Mereka harus mampu mengurangi risiko bencana di wilayahnya, karena yang terpenting kesiapsiagaan masyarakat," kata Adwin.

Adwin menambahkan, penanggulangan juga dilakukan dengan konsep Pentahelix melibatkan akademisi, media, pebisnis, komunitas, dan pemerintah. Sementara itu, SK Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor bagi 27 kabupaten/kota di Jabar sudah ditetapkan sejak 1 Desember 2019 hingga 30 Juni 2020.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved