Breaking News:

Tempat Karaoke di Tasikmalaya Dirazia Polisi, Seorang Perempuan Muda Menangis

Seorang perempuan muda itu tak berhenti menangis karena terjaring razia narkoba dan miras di tempat karaoke Classic di komplek Asia Plasa, Senin (30/1

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Puluhan PL menunggu giliran tes urine saat razia narkoba dan miras di tempat karaoke Classic, Kota Tasikmalaya, Senin (30/12) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Seorang perempuan muda itu tak berhenti menangis karena terjaring razia narkoba dan miras di tempat karaoke Classic di komplek Asia Plasa, Senin (30/12/2019) malam.

Dia tak kuasa menahan emosinya diduga karena malu.

"Kenapa saya diperiksa. Saya baru pertama datang ke sini. Itu pun diajak teman-teman," ujar perempuan manis yang mengenakan seragam sebuah perusahaan asuransi.

Dikira Babi Hutan, Petani di Banjarnegara Ditembak Pemburu, Mayat Ditemukan Sang Anak

Sekitar pukul 21.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari unsur Satnarkoba Polres Tasikmalaya Kota, BNN Kota dan Sub Denpom, menggelar razia narkoba dan miras menjelang pergantian tahun di tiga lokasi tempat hiburan, termasuk tempat karaoke Classic.

Perempuan berusia 19 tahun, sebut saja Mawar, tak bisa menolak ketika petugas memintanya untuk tes urine, termasuk teman-temannya yang berjumlah delapan orang.

Mereka pun mengenakan seragam asuransi.

"Kami baru kerja lembur membereskan tugas akhir tahun. Pulangnya diajak karaokean ke sini untuk me-refresh pikiran. Jadi saya diajak teman-teman," ujar Mawar berlinang air mata.

Pada razia kali ini petugas melakukan tes urine terhadap puluhan pemandu lagu (PL), serta lebih dari 100 pengunjung.

Tes dengan sistem instan itu tidak ditemukan satu pun yang positif menggunakan narkoba.

Namun ketika masuk ke sebuah ruangan, petugas mendapati dua botol mineral besar berisi miras, tiga PL diduga dalam kondisi mabuk serta sejumlah lelaki.

Kasatnarkoba, AKP Hamzah Badudu, mengatakan bahwa razia penyakit masyarakat terus dilakukan demi menciptakan suasana kondusif menjelang hingga perayaan pergantian tahun.

"Kami juga melakukan tes urine. Tidak terkecuali juga kepada pengunjung. Hasilnya tidak ada yang positif. Hanya seorang positif meminum obat biasa karena yang bersangkutan sedang tidak enak badan," kata Hamzah.

Dugaan Kekerasaan Seksual pada Mahasiswi Telkom University, Netizen Diminta Caci Korban

Ditpolairud Polda Jabar Klaim Selamatkan Negara dari Kerugian Rp 89 Miliar Selama 2019

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved