Breaking News:

Ditpolairud Polda Jabar Klaim Selamatkan Negara dari Kerugian Rp 89 Miliar Selama 2019

Jajaran Direktorat Polairud Polda Jawa Barat berhasil menyelamatkan kerugian negara puluhan miliar rupiah dari kasus kejahatan perairan selama 2019.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko (ketiga kiri), saat memimpin konferensi pers kasus penyelundupan baby lobster di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jl Kapten Samadikun, Kota Cirebon, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jajaran Direktorat Polairud Polda Jawa Barat berhasil menyelamatkan kerugian negara puluhan miliar rupiah dari kasus kejahatan perairan selama 2019.

Menurut Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jabar, AKBP Budi Susarwo, kejahatan tersebut di antaranya kasus penyelundupan benur atau bayi lobster, kapal perikanan tanpa dokumen, dan tindak pidana penyalahgunaan migas.

"Semua kasus itu terjadi di sejumlah daerah di wilayah hukum Polda Jawa Barat," kata Budi Susarwo saat ditemui di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jl Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Selasa (31/12/2019).

Dedi Mulyadi Dukung Omnibus Law, Bisa Percepat Pertumbuhan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jabar, AKBP Budi Susarwo
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jabar, AKBP Budi Susarwo (Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi)

Ia mengatakan, kerugian negara yang diselamatkan dari kasus penyelundupan baby lobster mencapai Rp 86.266.250.000.

Jumlah tersebut berdasarkan barang bukti berupa baby lobster yang diamankan sebanyak 345.065 ekor.

Baby lobster yang dihargai Rp 250 ribu per ekor itu diamankan dari wilayah Cianjur dan Sukabumi.

Dalam kasus kapal perikanan tanpa dokumen, pihaknya berhasil menyelamatkan kerugian negara senilai Rp 2.450.000.000.

"Totalnya ada tujuh kasus kapal ikan tanpa dokumen selama 2019, dan terjadi di wilayah perairan Indramayu," ujar Budi Susarwo.

Menurut dia, sepanjang 2019 juga ada dua kasus penyalahgunaan migas yang terjadi di wilayah Indramayu.

Mahasiswi Telkom University Tersiksa Jadi Korban Pelecehan, Sempat Tak Bisa Kabur dari Kosan Pelaku

Dari dua kasus itu, Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jabar menyelamatkan kerugian negara senilai Rp 358.400.000.

Dalam kasus itu, Budi Susarwo menyampaikan berhasil mengamankan barang bukti berupa BBM bersubsidi jenis solar sebanyak 32 ribu liter.

"Solar itu digunakan untuk bahan bakar kapal besar, kan seharusnya menggunakan solar industri, misalnya Dexlite atau Pertamina Dex, bukan BBM bersubsidi," kata Budi Susarwo.

Jika ditotal maka kerugian negara yang diselamatkan dari seluruh kasus tersebut mencapai Rp 89.074.650.000.

Pom Bensin Mini di Pasar Rebo Purwakarta Kebakaran, Berawal Isi Tangki dan Tambal Ban Bersamaan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved