Hati-hati, Ada Lebih dari 200 Aplikasi untuk Android yang Mengandung Malware
Ada hampir 200 aplikasi yang berisi adware atau kombinasi izin perangkat yang mencurigakan.
TRIBUNJABAR.ID - Di masa modern, penggunaan smartphone atau ponsel pintar menjadi hal yang sangat lumra bagi setiap orang.
Android menjadi sistem operasi yang sangat populer pada smartphone dengan lebih dari 2,5 miliar pengguna.
seringkali Android menjadi sasaran utama bagi para pihak yang ingin menyebarkan malware, program yang dirancang untuk merusak dengan cara menyusup ke sistem komputer.
Dilansir Kompas.com dari Express, team dari Barracuda Security menemukan hampir 200 aplikasi yang berisi adware atau kombinasi izin perangkat yang mencurigakan.
Hingga saat ini, perusahaan keamanan siber White Ops telah mengidentifikasi 116 aplikasi, dengan lebih dari 4,6 juta unduhan di antaranya, yang mengklaim tindakan penipuan iklan.
Sementara, mengutip Forbes, tim peneliti di White Ops Threat Intelligence mengidentifikasi lebih dari 100 aplikasi jahat yang semuanya memiliki penipuan serupa, yang disebut dengan kode "Soraka".
• Bersinar di SEA Games 2019, Saddil Ramdani Dikabarkan Jadi Incaran Klub-klub Eropa
Kode tersebut memungkinkan program tertentu untuk menampilkan iklan melalui perangkat Android.
Jenis adware ini secara aktif tersembunyi dan membuatnya semakin sulit untuk dideteksi dan dihapus.
"Para penipu semakin pintar, mereka tahu bahwa ada perlombaan senjata saat ini, mereka mencoba memperlambat identifikasi dengan taktik ini. Kami melihat semakin banyaknya 'perilaku' sejenis pada aplikasi," tutur John Laycock dari White Opsse bagaimana dikutip dari Forbes.
• Hasil Boxing Day Liga Inggris, Tak Ada Kado Natal untuk Fans Chelsea, Arsenal Seri & Everton Menang
Banyak aplikasi yang diungkap dalam penelitian ini tergolong sebagai pembaruan aplikasi lama, yaitu memanfaatkan alat dan teknik terbaru.
White Ops melakukan penelitian terhadap salah satu aplikasi yang masih tersedia di Google Play Store saat itu, Best Fortune Explorer.
Aplikasi ini menawarkan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kritis dalam hidup.
• Hasil Boxing Day Liga Inggris, Tak Ada Kado Natal untuk Fans Chelsea, Arsenal Seri & Everton Menang
Selain itu, aplikasi ini juga gratis. Sayangnya, dari hampir 200.000 pengguna Android yang mengunduhnya, laporan terbaru menyatakan bahwa aplikasi ini mengandung malware dan iklan penipuan.
Aplikasi ini memanfaatkan AppFlyer, yaitu digunakan untuk atribusi perangkat dan analitik pemasaran.
• VIDEO-Libur Natal dan Tahun Baru, Hantu di Jalan Asia Afrika Bandung Raup Untung
Jika pengguna mengunduh aplikasi ini, iklan pun akan terus muncul hingga mengganggu kenyamanan pengguna. Bahkan, aplikasi Best Fortune Explorer disebut dapat memunculkan iklan yang berlangsung hingga 20 detik.