Empat Calon Kades di Cipanas Endus Praktik Politik Uang, Kompak Bareng Laporkan ke Penyelenggara

Hal tersebut ditandai dengan adanya protes dari empat bakal calon kepala desa di Cipanas karena mengendus adanya praktik politik uang untuk merebut si

Tribun Jabar/Ferri AM
Empat calon kepala desa Cipanas mendatangi kantor penyelenggara Pilkades belum lama ini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Suasana politik di daerah jelang pelaksanaan Pemilihan kepala desa di 248 titik di Cianjur mulai memanas.

Hal tersebut ditandai dengan adanya protes dari empat bakal calon kepala desa di Cipanas karena mengendus adanya praktik politik uang untuk merebut simpati warga.

Tak tanggung-tanggung, empat bakal calon kepala desa langsung mendatangi penyelenggara pilkades Desa Cipanas untuk mengadukan perihal adanya dugaan politik uang yang sudah menyebar dan mebimbulkan persaingan tak sehat di antara para calon.

Seorang bakal calon, Solihin, mengatakan ada fenomena pilkades di Cipanas yabg tak sesuai harapan, hal itu ditandai dengan politik uang.

Okupansi Hotel Santika Cirebon Selama Akhir Tahun 2019 Meningkat 20 Persen Dibanding 2018

"Kalau tak direm dari awal saya khawatir berlanjut dan menjadi kebiasaan di warga," ujar Solihin, Jumat (27/12/2019.

Menurutnya, jika dibiarkan, maka akan berlanjut dan kesulitan bagi calon lainnya yang akan masuk ke satu wilayah karena kental dengan politik pragmatis.

"Kalau terjadi ini menjadi preseden buruk bagi penyelenggaraan pilkades, perlu ada tindakan dan teguran, kami lebih fokus menolak politik uang," katanya.

Seorang bakal calon lainnya, Rudi Lazuardi, menyikapi hal yang menjadi polemik tersebut sebagai sumber perpecahan.

"Kami prihatin, makanya kami mengawal takut ada perpecahan di warga," kata Rudi.

Rudi mengaku sudah mengantongi bukti dan ia mengaku prihatin menemukan adanya politik uang.

Kesaksian Warga Lihat Atap Sekolah Ambruk Saat Gempa Guncang Sukabumi

Seorang bakal calon lainnya, Muhamad Taufik Hidayat, mengatakan adanya politik uang merupakan tindakan vulgar yang akan merusak demokrasi di tingkat bawah.

"Sama dengan calon lain kami sepakat tak ada politik uang di Cipanas. Kami sudah berkoordinasi dengan penyelenggara dan mereka mengaku akan menindaklanjuti," katanya.

Ahmad Zaki Mubarak, bakal calon ini mengatakan bahwa pada prinsipnya ada dorongan dari warga Cipanas untuk menciptakan demokrasi kritis yang mempunyau integritas.

"Poinnya menciptakan demokrasi bersih tanpa politik uang sesuai slogan panitia," katanya.

Perekrutan Pemain Baru Masih Dibahas Manajemen Persib Bandung, Direktur PT PBB: Mohon Sabar

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved