Kesaksian Warga Lihat Atap Sekolah Ambruk Saat Gempa Guncang Sukabumi

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5.0 mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (26/12/2019), sekitar pukul 14.22 WIB.

Kesaksian Warga Lihat Atap Sekolah Ambruk Saat Gempa Guncang Sukabumi
KOMPAS.COM/BUDIYANTO
Bangunan atap ambruk menimpa ruangan kelas di SDN Talagamurni, Desa Cimahpar, Kecamatan Kalibunder, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (27/12/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5.0 mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (26/12/2019), sekitar pukul 14.22 WIB.

Seorang warga, Nasrudin, yang sedang duduk di pos ronda di Kampung Nyegog, Desa Cimahpar, Kecamatan Kalibunder, mengaku kaget ketika gempa bumi terjadi.

Bangunan yang dari terbuat bambu dan kayu itu bergoyang.

Kemudian Nasrudin mendengar suara keras dari arah Sekolah Dasar (SD) Negeri Talagamurni yang jaraknya hanya beberapa meter dari pos ronda.

Kepala BMKG Bandung: Gempa di Sukabumi Tidak Ada Hubungannya dengan Gerhana Matahari

"Saya mendengar dua kali suara brak-brak, saat pertama dilihat bagian atap gentingnya condong miring," ungkap Nasrudin saat berbincang dengan Kompas.com di halaman SD Negeri Talagamurni, Jumat (27/12/2019).

Tidak lama dari guncangan pertama, gempa kembali terasa. Menurut Nasrudin, guncangan kali ini terjadi dua kali dan dirasakan lebih kuat.

"Yang kedua kan lebih besar, langsung brak dan atap genting ambruk," ujar dia sambil menunjuk ke arah atap bangunan yang ambruk.

Nasrudin yang juga mantan penjaga SD tersebut menuturkan bila bangunan tersebut pernah direhab pada 2003.

Namun sejak beberapa tahun lalu, bangunan SD ini kembali mengalami kerusakan di bagian atapnya.

Pada Oktober 2019, Nasrudin pernah memeriksa atap bangunan itu. Dia menemukan ada beberapa bagian kayu yang terlihat rapuh.

Sukabumi Diguncang Gempa, Benarkah Berkaitan dengan Gerhana Matahari? Begini Penjelasan Ahlinya

Halaman
12
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved