KPK Panggil Petinggi Garuda Indonesia, Periksa Soal Dugaan Suap Pengadaan Pesawat

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Direktur PT Garuda Indonesia Soenarko Kuntjoro, Senin (23/12/2019

KPK Panggil Petinggi Garuda Indonesia, Periksa Soal Dugaan Suap Pengadaan Pesawat
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Gedung KPK 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Direktur PT Garuda Indonesia Soenarko Kuntjoro, Senin (23/12/2019).

Pemeriksaan ini terkait kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia Tbk.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hadinoto Soedigno (HS)," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Pedagang di Pasar Sumber Berharap Pemerintah Daerah Dapat Tertibkan PKL di Jalan Dewi Sartika

Dia melanjutkan, dalam jadwal pemeriksaan, Soenarko dipanggil dengan status EVP Engineering sekaligus pensiunan PT Garuda Indonesia (persero) Tbk.

Sebelumnya, KPK menetapkan tiga tersangka kasus pengadaan di PT Garuda Indonesia, yakni mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia Tbk Hadinoto Soedigno, dan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo.

Mereka diduga terkait suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Dalam pengembangannya, KPK menduga, ada suap yang didapat dari 4 pabrikan pesawat sepanjang 2008-2013.

Empat pabrikan itu adalah Rolls Royce, Airbus S.A.S, perusahaan Avions de Transport Regional (ATR), dan pabrikan Aerospace Commercial Aircraft.

Soetikno diduga memberikan sebagian komisi kepada Emirsyah dan Soedigno sebagai hadiah atas dimenangkannya kontrak oleh empat pabrikan.

"SS (Soetikno) diduga memberi 2,3 juta dollar AS dan 477.000 euro yang dikirim ke rekening HDS (Soedigno) di Singapura," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers, Rabu (7/8/2019) lalu. (Kompas.com/Dian Erika Nugraheny)

Mediasi Garuda Indonesia dengan Pemilik Burung Kacer Senilai Rp 150 Juta yang Hilang Gagal

Perlakuan Khusus Pramugari Tertentu di Era Eks Dirut Garuda Ari Askhara, Bisa Dapat Posisi Spesial

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved