Penyelenggaraan Pilkada Perlu Diperbaiki, Bawaslu Jabar Tolak Wacana Pilkada oleh DPRD

Bawaslu Jabar menilai bahwa Pilkada secara langsung oleh rakyat masih efektif di Indonesia, termasuk Jawa Barat yang memiliki jumlah penduduk terbesar

Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan, seusai membuka Seminar Bawaslu dan Keadilan Pemilu, dengan tema 'Penegakan Hukum Pemilu yang Berkeadilan: Evaluasi Pemilu 2019 dan Proyeksi Pilkada 2020' di Kota Bandung, Kamis (19/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Provinsi Jawa Barat tidak sepakat dengan wacana pemerintah untuk mengembalikan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada yang selama ini dilakukan secara langsung oleh masyarakat, menjadi pemilihan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Bawaslu Jabar menilai bahwa Pilkada secara langsung oleh rakyat masih efektif di Indonesia, termasuk Jawa Barat yang memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

Meskipun ada beberapa evaluasi yang harus dilakukan oleh para penyelenggara pemilu.

"Kami secara institusi pelaksana pemilu, menilai bahwa pilkada langsung ini masih efektif," kata Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan, seusai membuka Seminar Bawaslu dan Keadilan Pemilu, dengan tema 'Penegakan Hukum Pemilu yang Berkeadilan: Evaluasi Pemilu 2019 dan Proyeksi Pilkada 2020' di Kota Bandung, Kamis (19/12/2019).

Pemain asal Jepang Takumi Minamino Sudah Pakai Jersey Liverpool

Abdullah mengatakan, catatan kelam dari pemilu yang sudah dilaksanakan kemarin, misalnya politik uang, politik transaksional, manipulasi data saat rekap suara, dan kecurangan lainnya, harus menjadi perhatian lebih bukan hanya oleh penyelenggara, namun oleh peserta pemilu dan juga masyarakat.

Maka dari itu, Bawaslu Jabar mengumpulkan seluruh stakeholder yang berkepentingan dalam pemilu di acara seminar ini, untuk menjaga pelaksanaan pilkada ke depan lebih baik.

"Oleh karena itu penataan perbaikan itu penting kita lakukan, termasuk Bawaslu Jabar ingin mengawal pilkada agar taat kepada undang-undang di seluruh tahapan, dan kontestasi yang dibangun adalah kontestasi yang fair, jujur, dan adil," ujarnya.

Di samping itu, langkah-langkah yang sudah dilakukan Bawaslu Jabar untuk menunjukan bahwa pemilu secara langsung masih efektif, di antaranya dengan membuat Sekolah Kader senagai tempat masyarakat mendapat materi selama lima hari untuk menjadi kader pengawas pemilu.

Dari semua langkah itu, katanya, Bawaslu Jabar ingin mengevaluasi pemilu yang sudah dilaksanakan kemarin agar empat fungsi utama Bawaslu dapat ditingkatkan.

Punya Dirut Baru, Pemberangkatan Umrah dan Haji Jadi Fokus Utama BIJB atau Bandara Kertajati

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved